JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, sebuah video musik sinematik berjudul “Pesan dari Wanita Iran ke AS & Israel” mendadak jadi perbincangan hangat netizen di jagat maya. Video tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan seruan lantang para perempuan yang menolak desing peluru dan dentuman bom.
Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sukabumi, Heri Gunawan yang akrab disapa Hergun, turut memberikan apresiasinya. Menurut legislator dari Senayan ini, pesan dalam video tersebut memiliki makna mendalam tentang kedaulatan dan kemanusiaan.
Menolak “Bom Demokrasi”
Video yang viral tersebut menampilkan visual yang kuat dengan narasi suara persatuan perempuan Iran. Mereka dengan tegas menyerukan perdamaian, menentang intervensi militer asing, dan menolak konsep “bom demokrasi” yang sering kali dibawa oleh kekuatan luar.
“Video ini menunjukkan bahwa keinginan untuk damai itu universal. Para wanita di Iran mengirim pesan kuat bahwa mereka anti-perang dan menolak intervensi asing yang justru seringkali memperkeruh keadaan,” ujar Hergun.

Diplomasi Lewat Karya
Hergun menilai, penggunaan media musik dan visual sinematik adalah cara diplomasi yang sangat efektif di era digital saat ini. Pesan-pesan perdamaian bisa masuk ke sanubari masyarakat dunia tanpa harus melalui jalur birokrasi yang kaku.
“Di tengah ketegangan politik, suara perempuan seringkali menjadi yang paling jujur. Mereka yang paling merasakan dampak jika terjadi konflik. Video ini adalah pengingat bagi kekuatan besar dunia bahwa di balik kebijakan militer, ada kehidupan warga sipil yang harus dijaga,” tambahnya.
Pelajaran Bagi Indonesia
Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Gerindra ini mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Sukabumi, untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah.
“Kedaulatan itu harga mati. Apa yang disampaikan perempuan Iran dalam video tersebut tentang menolak intervensi asing adalah pelajaran penting tentang bagaimana sebuah bangsa harus tegak berdiri di atas kakinya sendiri,” ungkapnya.
Video musik itu sendiri kini terus dibagikan di berbagai platform media sosial, memicu diskusi hangat di kalangan netizen mengenai harapan akan dunia yang lebih stabil tanpa bayang-bayang intervensi militer.
Redaktur: Ujang Herlan












