Evaluasi Program MBG! Komunikasi dan Edukasi Anggaran Dinilai Perlu Diperkuat

Rabu, 15 April 2026 - 21:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal komunikasi dan pemahaman masyarakat terhadap skema anggaran.

Sejumlah pihak menilai, munculnya persoalan di lapangan lebih disebabkan oleh miskomunikasi serta kurangnya edukasi terkait nilai pagu anggaran yang bersifat fluktuatif, khususnya dalam pengadaan bahan makanan.

“Ini mungkin hanya miskomunikasi saja, ditambah kurangnya edukasi ke masyarakat soal anggaran. Apalagi untuk masakan olahan, itu kan sifatnya fluktuatif,” ujar Asisten Lapangan (Aslap) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Karamat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis.

Ia menjelaskan, sebaiknya masyarakat tidak menilai anggaran MBG secara harian, melainkan dihitung dalam periode dua mingguan. Dengan cara tersebut, akan terlihat rata-rata penggunaan anggaran yang lebih akurat.

“Misalnya hari ini Rp8.500, besok bisa Rp11.500, lalu turun lagi. Nanti ketemu rata-ratanya, apakah mencukupi Rp10.000 atau tidak. Kalau kurang, itu jadi silpa yang dikembalikan ke pemerintah,” jelasnya.

Selain soal anggaran, lanjut Azis, aspek pelayanan juga menjadi sorotan, khususnya pada dapur penyedia makanan. Ditekankan bahwa perbaikan komunikasi dan responsivitas sangat dibutuhkan agar pelaksanaan di lapangan lebih kondusif.

“Karena ini pelayanan, harus mengedepankan service. Jadi harus komunikatif dengan penerima manfaat, sekolah, dan pihak terkait lainnya,” tambahnya.

Dalam praktiknya, koordinasi antar pihak dinilai sangat penting. Di beberapa lokasi, evaluasi rutin bahkan dilakukan setiap bulan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga ahli gizi, akunting, hingga sekolah dan relawan.

Evaluasi tersebut membahas berbagai hal, mulai dari menu makanan, distribusi, hingga penyesuaian dengan jadwal sekolah. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tanpa memberatkan pihak sekolah maupun kader.

“Kalau ada masalah, kita tidak cari siapa yang salah, tapi cari solusi terbaik. Setelah itu baru dievaluasi untuk perbaikan ke depan,” ungkapnya.

Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah ketidaksesuaian jadwal distribusi makanan oleh pihak dapur tanpa konfirmasi sebelumnya. Hal ini dinilai dapat memicu gangguan kecil di lapangan.

Nah untuk itu, komunikasi dua arah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Tidak hanya dari penyedia layanan, tetapi juga dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pungkasnya.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru