Pencarian Hari Kedua Korban Tenggelam di Pantai Cipatuguran Terus Dilakukan

Selasa, 17 September 2024 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Upaya pencarian korban tenggelam di Pantai Cipatuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus berlanjut memasuki hari kedua.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk menemukan Langlang Buana (17), pelajar yang hilang terseret ombak, menghadapi cuaca buruk yang memperlambat proses penyelamatan. Angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan terbesar dalam pencarian yang masih belum membuahkan hasil hingga kini.

Langlang Buana, warga Kampung Kadupugur, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, hilang setelah terseret ombak saat mandi di pantai bersama rekannya, Faisul Dzaki (19), pada Senin (16/9/2024). Meskipun Faisul berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, Langlang belum ditemukan dan terus menjadi fokus pencarian tim SAR.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan oleh beberapa tim yang dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

“SRU pertama menggunakan perahu karet untuk menyisir sejauh 4 Nautical Mile (NM) dari titik kejadian. SRU kedua melakukan pencarian visual di darat sepanjang 4 kilometer dari pesisir pantai, dan SRU ketiga menggunakan drone untuk memantau area sejauh 300 meter dari pantai,” ujar Suryo pada Selasa (17/9/2024).

Namun, cuaca yang tidak bersahabat menjadi penghalang serius. “Angin kencang menyebabkan gelombang laut meningkat, menyulitkan proses pencarian, terutama di area perairan. Gelombang tinggi juga memaksa kami memperluas area pencarian yang semula 2 NM menjadi 4 NM,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim SAR juga menggunakan teknologi canggih seperti aqua eye dan drone. Aqua eye, sebuah perangkat yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah air, telah dikerahkan bersama drone untuk memantau area pencarian dari udara. Meski demikian, hingga hari kedua pencarian, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.

“Penerapan teknologi modern ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mempercepat proses pencarian, tapi sejauh ini hasilnya masih nihil,” jelas Suryo.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Inspektorat Tinjau Proyek Jalan Gudang, Temukan Kekurangan pada Pengukuran Pekerjaan
Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun
Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur
Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:15 WIB

Inspektorat Tinjau Proyek Jalan Gudang, Temukan Kekurangan pada Pengukuran Pekerjaan

Senin, 20 April 2026 - 17:23 WIB

Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur

Minggu, 19 April 2026 - 18:36 WIB

Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777