Kekhwatir Digunakan Praktik Perdukunan, Puluhan Makam Palsu Dobongkar Paksa

Jumat, 23 Agustus 2024 - 13:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kekhwatir akan adanya praktik-praktik perdukunan, warga Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi membongkar paksa hingga membakar area makam palsu di wilayahnya, Jumat (23/8/2024).

Pantauan jurnalsukabumi.com, puluhan warga bersenjatakan palu dan alat-alat sederhana berkumpul di lokasi tempat makam-makam palsu tersebut ditemukan. Mereka menghancurkan sekitar 41 makam yang terbuat dari tumpukan batu.

Amarah warga tidak hanya terhenti pada pembongkaran makam, tetapi juga membakar bangunan saung yang diduga dijadikan tempat istirahat oleh pihak yang membangun makam-makam tersebut. Saung itu pun hangus terbakar, menyisakan abu.

Kepala Desa Citepus, Koswara, menjelaskan bahwa kemarahan warga dipicu oleh informasi yang menyebar cepat di media sosial mengenai keberadaan makam-makam palsu tersebut. Makam-makam ini bukanlah makam pada umumnya, melainkan gundukan tanah yang sengaja dibentuk menyerupai makam.

“Ketika masyarakat mengetahui ada makam-makam yang dibangun tanpa jenazah, hanya berupa gundukan tanah yang dibuat menyerupai makam, mereka merasa dibohongi dan marah besar. Kekhawatiran bahwa tempat ini bisa digunakan untuk praktik-praktik perdukunan atau penipuan membuat mereka merasa harus bertindak tegas,” jelas Koswara.

Kepala desa itu juga menambahkan bahwa masyarakat khawatir makam-makam palsu ini dapat menyesatkan orang-orang yang datang, menganggapnya sebagai tempat keramat, atau bahkan terlibat dalam praktik mistis yang menyalahi ajaran agama.

“Saya paham kemarahan masyarakat. Mereka tidak ingin ada penyesatan atau hal-hal yang menimbulkan keresahan di lingkungan mereka. Oleh karena itu, mereka bertindak untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi,” tambahnya.

Di tengah situasi yang memanas, Babinsa Citepus, Peltu Amad, berada di lokasi untuk mencoba meredam kemarahan warga yang telah mencapai puncaknya. Peltu Amad bersama pihak TNI lainnya berupaya keras untuk menenangkan massa yang semakin emosional.

“Kami syukur alhamdulillah warga akhirnya bisa diredam, meskipun situasi sempat sangat memanas,” kata Peltu Amad.

Firman Nirwana Boestomi, Ketua Kasepuhan Adat Padjajaran Anyar, yang turut serta dalam investigasi awal mengenai makam-makam palsu ini, menyatakan bahwa kekhawatiran warga terhadap kemungkinan adanya penyimpangan menjadi faktor utama yang mendorong mereka bertindak.

“Saya mendapatkan informasi dari warga bahwa ada makam-makam buatan di lokasi ini. Kekhawatiran utama adalah bahwa tempat ini bisa digunakan untuk praktik perdukunan atau penipuan terkait harta karun. Karena itu, warga merasa perlu bertindak segera,” jelas Firman.

Menurut Firman, warga sebelumnya sempat ragu untuk bertindak karena takut akan konsekuensi yang mungkin terjadi. Namun, setelah mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat, mereka akhirnya memutuskan untuk menghancurkan makam-makam palsu tersebut.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Berita Terbaru