Bus MGI Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Rabu, 7 Agustus 2024 - 19:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bus MGI jurusan Bogor-Palabuhanratu hangus terbakar di kawasan Gunung Karang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu sore (7/8/2024). Beruntung, 13 penumpang yang berada di dalam bus berhasil dievakuasi dengan selamat berkat kecepatan dan ketenangan pengemudi.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika bus dengan nomor polisi F 7599 QA sedang melaju dari Bogor menuju Palabuhanratu. Pengemudi bus, Nurohim, mendadak melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian depan kendaraan. Tanpa menunda, ia segera memeriksa bagian mesin dan menemukan api yang mulai menyala.

Menurut Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Fiekry Adi Perdana, pengemudi langsung mengambil tindakan cepat dengan meminta semua penumpang turun dari bus.

“Meski api cepat membesar dan akhirnya menghanguskan bus, semua penumpang berhasil keluar dengan selamat,” ungkap AKP Fiekry.

Setelah evakuasi, para penumpang dialihkan ke kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan mereka. Petugas pemadam kebakaran pun segera datang ke lokasi untuk memadamkan api yang sudah melahap seluruh badan bus.

Sementara itu, Kepala Depo MGI Palabuhanratu, Gilang Syahrul Ramadan, menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran ini adalah korsleting listrik. Namun, ia menekankan bahwa investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

“Dugaan awalnya memang korsleting, tapi kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut setelah bus dievakuasi,” ujar Gilang.

Gilang juga menegaskan bahwa bus MGI selalu menjalani perawatan dan pengecekan rutin untuk memastikan keamanan operasional.

“Setiap bus yang kembali ke depo selalu melalui proses checklist dan perawatan rutin. Namun, kejadian seperti ini kadang tidak bisa dihindari meskipun perawatan telah dilakukan dengan baik,” tambahnya.

Menurut Gilang, bus yang terbakar tersebut masih dalam masa pakai yang diperbolehkan untuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP).

“Batas usia operasional bus untuk AKDP adalah 15 tahun, dan bus ini masih memiliki sisa satu tahun lagi karena diproduksi pada tahun 2010,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!
Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Berita Terbaru