DLH Intensifkan Penanganan Pencemaran di Pantai Batu Panganten Sukabumi

Kamis, 25 Juli 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi kini tengah intensif menangani kasus pencemaran air laut di Pantai Batu Panganten, Kecamatan Ciracap.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, mengungkapkan bahwa tim DLH bersama dengan unsur terkait telah melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.

“Kami dari DLH sedang menunggu hasil uji laboratorium yang dikirim ke Bogor. Peralatan yang kami miliki saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pengujian secara menyeluruh. Hasil uji ini akan keluar dalam waktu 7 hingga 14 hari,” kata Prasetyo, Kamis (25/7/2024).

Pencemaran yang diduga berasal dari tumpahan solar di Pantai Batu Panganten memerlukan penanganan lintas sektor. Oleh karena itu, DLH Kabupaten Sukabumi telah menyurati Dinas Kelautan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendapatkan bantuan.

“Kami sangat khawatir dengan dampak pencemaran ini. Kami telah menyurati Dinas Kelautan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meminta bantuan. Kami berharap ada tindakan seperti penyedotan atau pemberian bakteri untuk mengurangi pencemaran,” jelas Prasetyo.

DLH juga bekerja sama dengan TNI AL yang telah melaporkan keberadaan dua kapal yang berhenti sekitar 2 kilometer dari pantai sebelum pencemaran terjadi.

“Dugaan sementara, kapal-kapal ini mungkin terkait dengan pencemaran, namun hal tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut,” tuturnya.

Untuk mengurangi risiko bagi wisatawan, DLH telah berkoordinasi dengan Forkopimcam setempat untuk mengeluarkan himbauan agar masyarakat tidak berenang atau menyentuh air laut di Pantai Batu Panganten. Prasetyo menekankan pentingnya menjaga keselamatan pengunjung dan mencegah paparan langsung terhadap air yang tercemar.

“Kami telah menyampaikan himbauan kepada masyarakat melalui Forkopimcam setempat agar tidak berenang atau menyentuh air laut di Pantai Batu Panganten. Kami ingin memastikan bahwa pengunjung tetap aman dan tidak terpapar air yang tercemar,” ujar Prasetyo.

DLH juga berencana untuk melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut setelah hasil uji laboratorium keluar.

“Setelah hasil uji laboratorium keluar, kami akan segera berkoordinasi dengan DLH dan LHK provinsi untuk tindakan lebih lanjut,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru