Pemda Sukabumi Dorong Perbaikan Alun-alun Laut Gadobangkong Sebelum Dilimpahkan

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya perbaikan Alun-alun Laut Gadobangkong di Kecamatan Palabuhanratu sebelum diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Fasilitas publik ini, yang sudah mengalami beberapa kerusakan, perlu segera diperbaiki agar bisa berfungsi optimal untuk masyarakat.

Gandi Lesmana, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, menyoroti kondisi alun-alun yang saat ini masih dalam kepemilikan provinsi, namun sudah dibuka untuk umum.

“Barusan dengan provinsi disebutkan sebelum dilimpahkan, bangunan ini harus dalam kondisi baik. Ada beberapa kejadian, dan ini ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan,” kata Gandi pada Rabu (10/7/2024).

Menurut Gandi, komunikasi antara pihak kabupaten dan provinsi sudah dilakukan, dan disepakati bahwa perbaikan harus segera dilakukan. Kerusakan yang terjadi akibat pembiaran setelah bangunan selesai, serta dampak dari ombak besar yang menerpa area tersebut, membuat pemeliharaan menjadi prioritas.

“Statusnya masih milik provinsi, jadi ada saling pembiaran. Hari ini kita sepakat akan memperbaiki secepatnya sebelum Healthy Cities Summit (HCS),” tambahnya.

Perbaikan ini akan dilakukan sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang ada, dan tim provinsi telah hadir di Sukabumi untuk memberikan rekomendasi.

Selain perbaikan fisik, Pemda Sukabumi juga menekankan pentingnya pengelolaan area alun-alun, termasuk koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait keberadaan pedagang di sana.

“Kita akan koordinasi dengan Satpol PP dan provinsi mengenai keberadaan pedagang-pedagang di area tersebut,” ungkap Gandi.

Alun-alun Laut Gadobangkong, yang seharusnya menjadi ikon baru bagi Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan beberapa bulan setelah pembangunan selesai.

Sebelum diresmikan, alun-alun ini sudah dibuka untuk umum, yang menyebabkan kerusakan semakin meluas, mulai dari papan tulisan hingga taman, ditambah dengan terjangan ombak besar.

“Nah hari ini, kita sepakati barusan akan secepatnya ya, lebih baik sebelum HCS,” tutupnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan
SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah
Benahi Tata Kelola Wisata, Pemkab Sukabumi Wajibkan Legalitas Parkir dan Tegas Hapus Pungli
CPUGGp Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Senin, 1 Juni 2026 - 17:14 WIB

Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:22 WIB

SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:50 WIB

Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Berita Terbaru