JURNALSUKABUMI.COM – Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Ar Raayah Sukabumi bakal unjuk gigi pada International Universities Debating Championship (IUDC) ke-7 di Negara Qatar.
Tepat Kamis 23 Mei 2024, empat mahasiswa atas nama Adzkia Al Ghifari (Semester 8), Fathul Bari (Semester 8), Syafrizhon (Semester 6) dan Muhammad Azhar (Semester 4) tersebut diterbang malam ini.
“Insyallah mahasiswa kami berangkat malam ini menuju Qatar untuk mengikuti 7th International Universities Debating Championship. Mohon doanya agar mereka bisa meraih kemenangan dalam kompetisi ini,” ujar Direktur Urusan Dalam STIBA Ar Raayah Sukabumi, Ust Fahmi Ridha, L.c, M. Pd melaui Muhammad Furqon Almurni, S. Pd, M.E Bagian Kemahasiswaan STIBA Ar Raayah.

Pada ajang Kompetisi Debat Bahasa Arab terbesar dan paling bergengsi di dunia ini, STIBA Ar Raayah telah melalui proses seleksi internal sebelum menjadi wakil Indonesia.
“Meskipun kita menempati juara dua dalam seleksi nasional, kita tetap optimis bisa menang di tingkat Internasional. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesuksesan kepada mereka. Aamiin,” ucap Ustadz Furqon.
Lanjut dia, perlombaan ini bagi STIBA Ar Raayah Sukabumi merupakan ajang kali pertama diikuti, karena memang harus lolos dan melewat seleksi yang ketat yang diikuti seluruh kampus Indonesia dan dua pemenang akan mendapatkan golden tiket.

Saat disinggung soal menjelang pemberanglatan pada kompetisi ini, Ustadz Furqon menjelaskan, para mahasiswa kembali digodok dengan berbagai langkah strategis. Di mulai, Seleksi dan Pelatihan; Pembekalan Materi; Simulasi Debat; Penguatan Mental dan Fisik dan Logistik dan Administrasi.
Sebelum lolos ke Qatar, bagi para mahasiswa diseleksi melalui kompetisi internal dan nasional, kemudian diberikan pelatihan intensif dalam debat dan strategi.
Kemudian, mahasiswa diwajibkan mempelajari topik-topik debat yang mungkin muncul biasanya berkenaan dengan isu-isu terkini. Lalu, melakukan simulasi debat dengan skenario yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan argumen.
“Selain itu, menyediakan sesi motivasi dan kesehatan untuk menjaga kondisi mental dan fisik tetap prima dan terakhir mengurus keperluan administrasi, visa, tiket perjalanan, dan akomodasi di lokasi perlombaan,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












