Isu Pungli Terhadap Para Pencaker di Sukabumi, Ini Kata DPRD dan Apindo!

Jumat, 15 Maret 2024 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Muhammad Yusuf, memberikan tanggapan terhadap isu praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab terhadap para pencari kerja di Sukabumi.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan perlunya penyelidikan menyeluruh terhadap praktik pungli tersebut. “Harus diusut tuntas pungli yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut,” ujarnya, Jumat (15/03/2024).

Yusuf menyatakan keyakinannya bahwa meskipun perusahaan mungkin membantah adanya praktik pungli, namun secara individu, ada oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk keuntungan pribadi mereka.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi itu juga mengapresiasi ide pembentukan Satgas khusus untuk menangani maraknya praktik pungli terhadap para pencari kerja. “Saya menyambut baik adanya (ide pembentukan) satgas khusus terhadap pungli ini, agar para korban yang mengalami hal ini bisa melaporkan langsung dan dapat ditindaklanjuti dan diusut hingga ke akarnya,” tambahnya.

Yusuf menegaskan bahwa kunci penanganan praktik pungli adalah keberanian para korban untuk melaporkan kejadian tersebut, sehingga validitas data dapat ditelusuri lebih lanjut.

“Dalam hal lain, keterbukaan dalam penerimaan tenaga kerja bekerja sama dengan Disnaker juga harus ditingkatkan secara berkelanjutan agar proses penerimaan tenaga kerja menjadi lebih transparan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPK Apindo Kabupaten Sukabumi, Sudarno Rais, juga mengomentari praktik pungli di Sukabumi. Sudarno menyatakan bahwa salah satu solusi adalah dengan membentuk Satgas atau kelompok kerja yang terlibat dalam setiap proses penerimaan tenaga kerja.

“Melibatkan pimpinan perusahaan atau yang ditunjuk oleh perusahaan, kepala daerah atau kepala wilayah setempat atau lingkungan setempat lalu kepolisian. Jadi membentuk satu tim, bagaimana upaya pencegahannya, kalau pengawasan ketat melalui semua unsur tadi. Ketika terdeteksi, siapapun yang memberi atau menerima tangkap, itu solusinya,” paparnya, Kamis (14/3/2024).

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14 WIB

DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:53 WIB

PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:22 WIB

Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani

Berita Terbaru