Mahasiswa UMMI Gelar Aksi Kamisan, Bagikan Selebaran Tanggapi Soal Kondisi Demokrasi

Kamis, 11 Januari 2024 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kelompok mahasiswa Kamisan di Sukabumi menggelar aksi serempak rutinan setiap minggunya. Salah satunya aksi Kamisan dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Jalan R Syamsudin SH, Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (11/01/2024).

Aksi Kamisan ke-801 ini, mahasiswa tidak melakukan orasi, musikalisasi puisi ataupun teatrikal seperti biasanya. Namun mereka membagikan selebaran kertas yang berisi kajian potensi adanya ancaman kemunduran demokrasi Indonesia.

Selain itu, mereka juga tetap menyuarakan konsistensi dalam peristiwa-peristiwa dugaan pelanggran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Koordinator aksi Kamisan, Triswanto mengatakan, melihat pada perkembangan demokrasi saat ini cenderung menurun hal itu dibuktikan dalam indek demokrasi Indonesia sejak 2021.

“Ini jelas, menunjukkan pengurangan signifikan salah satunya kebebasan sipil. Saat ini dirasakan masyarakat atau mahasiswa adanya ketakutan dalam menyampaikan kritik dan pendapatnya,” ucap Triswanto.

Kemudian dalam Pemilu hari ini, sistem demokrasi Indonesia, kata Wanto masyarakat disuguhi atas putusan MK yang cenderung sangat politis.

“Saya kira semua masyarakat juga mengerti dan tahu apa yang terjadi, sehingga ini menjadi catatan bagi demokrasi kita,” jelasnya.

Kemudian terkait peristiwa pelanggaran HAM, Presiden Jokowi pada awal tahun 2023 menyebut ada 12 pelanggaran berat yang terjadi. Termasuk didalamnya kasus 1965, peristiwa penembakan misterius 1982 dan rangkaian kejadian 1998, sehingga itu perlu diselesaikan.

“Pada catatan itu, kita mendorong terus dan langkah upaya konkrit dari pemerintah untuk menuntaskannya,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan masyarakat mengetahui dan sadar atas kondisi demokrasi dan peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi.

“Ya intinya kita merefleksikan kembali dan mengingatkan masyarakat atas peristiwa dan kondisi demokrasi hari ini,” tutupnya.

Untuk diketahui aksi Kamisan ke-801 tidak hanya dilakukan di kampus UMMI saja. Terdapat 11 Kampus lainnya di Sukabumi. Diantaranya, Universitas Nusaputra, Politeknik Sukabumi, STH Pasundan, Stisip Syamsul Ulum, IAIS, Stisip Widyapuri Mandiri, STAI Syamsul Ulum, Universitas Linggabuana, Universitas Bina Sarana Informatika dan Yapkesbi.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda
Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi
Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:38 WIB

Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:45 WIB

Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WIB

Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing

Berita Terbaru