JURNALSUKABUMI.COM – Entaskan permasalahn stunting pada anak Kabupaten Sukabumi, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menggencarkan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) yang salah satunya memberikan produk hewani berbahan dasar ikan kepada anak-anak yang berstatus stunting.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati mengatakan kunjungan lapangan yang juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri, Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukabumi serta jajaran bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dan upaya percepatan penurunan stunting serta mencegah munculnya kasus stunting baru (zero new stunting).
Salah satu program yang dicanangkan pihaknya adalah menyalurkan bantuan berupa asupan makanan berprotein tinggi yang berbahan baku ikan serta menggencarkan Gemarikan kepada masyarakat
“Ikan merupakan sumber protein hewani yang baik untuk tubuh di masa pertumbuhan karena mengandung Omega-3 yang dibutuhkan anak-anak untuk perkembangan otak di masa usia emas yakni usia 0-5 tahun,” kata Nunung usai menghadiri Kegiatan Field Visit Roasting yang dilaksanakan pada Rabu, 02 Agustus 2023, bertempat di Kantor Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kantor Desa Curugkembar Kecamatan Curugkembar dan Kantor Desa Kalapanunggal Kecamatan Kalapanunggal.
Aanak-anak diharapkan dengan gemar makan ikan bisa menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas. Dalam melaksanakan programnya bersama OPD terkait pihaknya menyerahkan bantuan yaitu olahan ikan berupa abon ikan tuna, beras nutrizink, makanan bergizi dan berprotein, susu, sayuran dan buah-buahan.
Selain di Kecamatan Nagrak, Kegiatan Field Visit Roasting dilakukan juga di Kecamatan Kalapanunggal. Paket olahan abon ikan yang diserahkan sebanyak 10 paket dengan sasaran balita stunting 5 orang, dan ibu hamil anemia 5 orang. Selain itu diserahkan pula bantuan benih ikan nila sebanyak 7.500 ekor benih.
Di Kecamatan Curug Kembar paket olahan abon ikan yang diserahkan sebanyak 18 paket dengan sasaran balita stunting 10 orang, ibu hamil KEK 5 orang dan ibu hamil anemia 3 orang.
Dengan kegiatan Field Visit Roasting Ini, diharapkan bisa mempercepat menurunkan angka prevalensi stunting baru di Kabupaten Sukabumi dan mendorong adanya inovasi-inovasi baru yang dapat menunjang penurunan kasus stunting baru.
“Kami berharap di 2024 angka stunting di Kabupaten Sukabumi turun menjadi 14 persen dan tidak ada kasus baru,” kata Nunung.
Redaktur: AA Rohman












