JURNALSUKABUMI COM – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi nonton bareng (nobar) film berjudul Buya Hamka bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Keluarga Besar Nasyiatul Aisyiah (NA), di bioskop Movieplex, Kamis (20/4/2023).
Dalam akun instagram pribadinya, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Sukabumi yang akrab disapa Kang Fahmi ini mengunggah ungkapan saat menonton film yang menceritakan tokoh ulama bersejarah tersebut
“Buya Hamka adalah nama pena dari Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo, merupakan seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia. Beliau juga merupakan Ketua MUI pertama dalam sejarah,” tulis Kang Fahmi dikutip pada Jumat (21/4/2023).
Menurutnya, sebagai seorang aktivis Persyarikatan Muhammadiyah, Buya Hamka banyak memberikan warna dalam dakwah Islamiyah dan sistem pendidikan serta politik pada saat itu.
Dia menyampaikan, sehari lalu bersama keluarga besar Muhammadiyah Kota Sukabumi, berkesempatan nonton bareng Film Buya Hamka yang disutradarai Fajar Bustomi.
“Menjadi penting bagi kita, khususnya warga Sukabumi karena sejarah mencatat beliau pernah diasingkan dan dipenjara di Sukabumi,” tutur dia.
Tak lupa, dia juga mengucapkan terimakasih atas kesempatan tersebut, sehingga menjadi lebih memaknai tokoh sejarah di Kota Sukabumi, termasuk tokoh dalam keagamaan.
“Hatur nuhun Pak Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi, Ibunda Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), keluarga besar Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ketua Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Keluarga besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), keluarga besar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), keluarga besar Hizbul Wathan, sahabat Tapak Suci dan seluruh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kang Fahmi juga menghimbau agar warga bisa mengambil contoh semangat pergerakan dari Buya Hamka. Dia pun mengutip sebuah pepatah di akhir keterangan unggahan tersebut
“Mari kita bersinergi membangun Sukabumi dengan semangat yg dicontohkan oleh Buya Hamka sang Tokoh Pergerakan. ‘Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera pun mereka bekerja.’ (quote Buya Hamka),” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Redaktur: Usep Mulyana












