JURNALSUKABUMI.COM – Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, menyatakan bersikap independen dalam Pemilu 2024 nanti. Alasannya, disamping sebagai lembaga pendidikan, arah politik saat ini juga masih membingungkan dan penuh dinamika.
Demikian disampaikan Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH. Fajar Laksana, kepada jurnalsukabumi.com, Senin (13/3/23).
“Sebagai lembaga independen tentu saja dia dan seluruh mahasiswa dan santri (Mahasantri) asuhannya akan bersikap netral terhadap kekuatan politik mana pun yang bersilaturahmi ke Ponpes Modern Dzikri Al-Fath,” kata Kyai Fajar.
Dia menambahkan, pada Pemilu 2019 lalu, lebih kurang 1.000 orang yang berasal dari Provinsi Papua, Maluku, Kalimantan, Sumatera, tidak dapat mencoblos dan menyalurkan hak pilih karena tidak memiliki TPS,” ujarnya.
Dia juga menegaskan, di tahun politik saat ini, seluruh peserta Pemilu harus benar-benar menunjukkan sikap kenegarawanan sehingga tidak memecah belah rakyat untuk menciptakan kesejukan, kegembiraan dalam berkontestasi.
“Dibutuhkan saat ini adalah politik yang menyejukkan dan mengedukasi masyarakat. Jangan malah menciptakan bibit-bibit perpecahan dan adu domba rakyat,” ujarnya.
Karena dalam prosesnya banyak aturan-aturan yang tidak jelas, yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut melalui proses sosialisasi. Bahkan sistem pemilu yang akan digunakan masih dalam proses gugatan di Mahkamah Konstitusi.
“Alhamdulillah, tadi Kang Saan sudah menyampaikan secara detail fungsi dan perannya agar para pemilih yang statusnya menjadi mahasiswa Ponpes Al-Fath, dan pelajar yang 17 tahun ke atas yang kurang lebih ada 1000-an ini, bisa tercerahkan dan bisa memilih secara rasional,” ujarnya.
Dia menjelaskan, belum lama ini pihak dari KPU mendatangi Ponpes Al-Fath untuk memantau dan adanya kemungkinan untuk menempatkan 3 hingga 4 TPS untuk mengakomodir yang seribuan orang itu dalam Pemilu tahun depan.
“$udah bagus, kemarin KPU sendiri yang responsif mendatangi kita, dan kami sudah ada pengajuan, jadi kita sudah menetapkan untuk petugas TPS khusus. Tinggal hari ini itu ada kita mendapatkan, karena kita mahasiswa berarti masyarakat akademik, masyarakat ilmiah, dimana masyarakat ilmiah akademik itu tidak boleh memilih sembarangan.
Sementara itu politisi Nasdem yang kini duduk di Komisi 2 DPR RI, Saan meminta agar warga di lingkungan Ponpes Al-Fath menjadi pemilih yang baik. Karena akan memimpin calon pemimpin bangsa yang baik dan berintegritas.
“Hari ini sebagai silaturahmi saja, tidak formal sebenarnya. Saya datang kesini mendapatkan sambutan yang luar biasa semarak. Selain itu juga untuk bertukar pikiran, silaturahmi saling memotivasi dan juga memberikan semacam edukasi politik terkait dengan soal pemilu,” tegas Kang Saan.
Terkait adanya upaya penundaan Pemilu di PN Jakarta Pusat, kini masih berproses. Gugatan dari Partai Prima, tidak akan sampai mengganggu tahapan Pemilu yang sedang berjalan.
“Tapi KPU itu sudah banding dan karena putusan itu belum memiliki kekuatan hukum tetap. Maka semua proses tahapan pemilu terus berjalan, jadi tahapan pemilu tidak berhenti. Insya Allah pemilu tetap berlangsung 14 Februari 2024 yang akan datang,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana











