356 SPPG Berdiri di Sukabumi, BGN Pastikan Ahli Gizi Tetap Jadi Syarat Mutlak 

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi perlahan menjelma menjadi salah satu pusat terbesar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Dalam kurun setahun terakhir, jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melonjak hingga mencapai 356 titik yang tersebar di berbagai wilayah.

Tercatat, sekitar 923 ribu penerima manfaat kini telah tercover program MBG, mulai dari balita, pelajar, santri hingga anak usia sekolah yang tidak sedang mengenyam pendidikan formal.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari percepatan program nasional menuju penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Secara sistem jumlah penerima manfaat sudah mencapai sekitar 923 ribu orang. Mulai dari balita, siswa sekolah, santri sampai anak usia sekolah yang tidak sekolah juga kami cover,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Besarnya cakupan program membuat aktivitas dapur MBG di Sukabumi nyaris berjalan tanpa henti setiap hari. Ratusan dapur kini menjadi simpul utama distribusi makanan bergizi di tingkat wilayah.

Meski begitu, dari total 356 SPPG yang tercatat aktif, masih ada 13 dapur yang belum beroperasi penuh. Penyebab utamanya karena belum terpenuhinya tenaga wajib seperti kepala dapur dan ahli gizi.

BGN menegaskan, keberadaan ahli gizi menjadi syarat mutlak operasional dapur MBG. Bahkan sejumlah dapur sempat dihentikan sementara karena tidak memenuhi standar tersebut.

“Kalau tidak ada ahli gizi, itu langsung kami hentikan sementara sampai terpenuhi,” tegas Sandi.

Di balik percepatan masif tersebut, tantangan teknis juga mulai bermunculan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Sandi, dua aspek tersebut kini menjadi fokus utama pengawasan karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan dan kualitas operasional dapur.

“IPAL dan SLHS ini jadi prioritas kami karena menyangkut hasil akhir limbah dan standar kesehatan dapur,” katanya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar
Bursa Calon Ketua PK KNPI Cibadak Memanas, Sejumlah Nama Mulai Muncul
Antar Bintang Tamansari Menang, Aksi Kaula dan Sigit Guncang Lapangan Voli Desa Jayanti
Sikapi Polemik BGN, Heri Gunawan: Perbaiki Tata Kelola MBG, Jangan Ambil Langkah Keliru
Pengurus HMI Cabang Sukabumi Resmi Dilantik, Ade Roni Siapkan Program Strategis ke Depan
Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar
Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15 WIB

Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

Senin, 29 Juni 2026 - 12:33 WIB

Bursa Calon Ketua PK KNPI Cibadak Memanas, Sejumlah Nama Mulai Muncul

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:37 WIB

Antar Bintang Tamansari Menang, Aksi Kaula dan Sigit Guncang Lapangan Voli Desa Jayanti

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:00 WIB

Sikapi Polemik BGN, Heri Gunawan: Perbaiki Tata Kelola MBG, Jangan Ambil Langkah Keliru

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:46 WIB

Pengurus HMI Cabang Sukabumi Resmi Dilantik, Ade Roni Siapkan Program Strategis ke Depan

Berita Terbaru