Launching Kopi Asli Goalpara, Dongkrak Potensi Wisata Baru di Sukabumi
JURNALSUKABUMI.COM – Hygreen, sebuah perusahaan di bidang perkebunan khususnya kebun buah, meluncurkan kopi hasil tanam di wilayah Goalpara Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Founder Hygreen, Abdul Malik mengatakan, peminat kopi yang meningkat menjadi latar belakang launching kopi Goalpara tersebut. Sehingga bisa memperkenalkan lebih luas kopi lokal asal Sukabumi.
“Sebelumnya Sukabumi belum ada kopi brand yang bisa dinaikan, maka kami memulai dari kopi Goalpara sebagai tempat penanaman kami disana. Dan sekarang menghasilkan kopi yang diproses oleh kami sendiri karna tahapan untuk kopi itu sangat panjang,” kata Malik saat melakukan peresmian peluncuran produk di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Kamis (09/03/2023).
Malik mengatakan, membutuhkan waktu empat tahun dari mulai menanam kopi hingga berbuah. Kemudian diolah menggunakan prosesor, sehingga menghasilkan green bean atau biji hijau untuk dipasarkan.
“Setelah ini kita kasih ke rosteri maka akan menyangrai kopi menjadi seperti ini (kopi roasted atau panggang). Setelah itu bisa menjual ke beberapa kedai yang menjadi mitra mereka,” ujar Malik.
Menurutnya, kebutuhan kopi yang tinggi di Sukabumi menjadi peluang destinasi industri kopi. Terlebih akses tol baru yang akan dibuka dalam waktu dekat, bisa lebih membuka kesempatan industri kopi menjadi salah satu tujuan wisata.
“Tujuan selanjutnya, kedepan Sukabumi sudah menjadi alternatif wisata bagi wisatawan dari Jakarta, Bandung dan daerah lain. Apalagi tol dibuka, jadi ketika mereka datang ke Sukabumi pasti mencari sesuatu yang baru,” tutur dia.
Lebih lanjut, menurutnya penanaman kopi itu sudah ada sejak zaman penjajahan, sehingga banyak meninggalkan area perkebunan atau bekas perkebunan termasuk di Goalpara.
“Goalpara salah satu tempat yang dulunya ditanam kopi oleh belanda, jadi kami ingin mengembalikan yang ditanam oleh zaman belanda adalah komunitas yang bagus dan bisa menghasilkan produk-produk,” jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemasaran ke berbagai daerah di dalam negeri.
“Kalau ekspor sebetulnya karena kebutuhan kopi di dalam dan luar kota cukup banyak, setelah mencukupi, pasti kita akan ekspor. Tapi selama supply kita nasional, maka akan mendahulukan nasional dulu,” tandansya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan











