JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi, mendukung Ciletuh Palabuhanratu Global Geopark terutama dalam pengembangan sidat. Demikian disampaikan Kadis Perikanan, Nunung Nurhayati, Kamis (19/1/23).
“Salah satu bentuk dukungan Dinas Perikanan untuk CPUGG adalah pengembangan ikan sidat yang merupakan salah satu sumber plasma nutfah berharga yang ada di Kabupaten Sukabumi,” kata Nunung.
Geopark kata dia merupakan sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi. Di dalamnya memiliki keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya.
“Semua yang terdapat di dalamnya, dikembangkan dengan bersandar kepada tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.
CPUGG terbentang mulai dari Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Surade, Waluran dan Ciracap. Salah satunya Ciemas yang merupakan salah satu lokus CPUGG dimana di lokasi tersebut terdapat warisan geologi dan keanekaragaman hayati yang bernilai tinggi salah satunya adalah ikan sidat.
Di sana berdiri Pokmasi Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Mandrajaya Nusantara yang merupakan salah satu kelompok masyarakat binaan Dinas Perikanan yang konsen terhadap pengembangan budidaya ikan sidat.
Sejak tahun 2018 mereka telah membudidayakan ikan sidat dari fase Glasss eel sampai dengan konsumsi. Ikan sidat hasil produksi kelompok ini dijadikan sebagai salah satu makanan khas yang disediakan untuk para wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah.
Hanya saja sejak pandemi Covid-19 melanda, kegiatan budidaya ikan sidat ini juga mengalami penurunan karena kelesuan pasar.
Untuk membangkitkan kembali ikan sidat sebagai salah satu ikon CPUGG, Dinas Perikanan beserta Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan ke lokasi budidaya ikan sidat di Kampung Cikadal Desa Mandrajaya.
Melihat potensi yang tergolong besar, Dinas Perikanan berencana akan mulai mengembangkan lagi budidaya ikan sidat di daerah ini dengan harapan kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat, menjamin konservasi jenis ikan sidat dan juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas.
Selain ikan sidat, di Desa Mandrajaya juga terdapat Pusat Restorasi Mangrove sebagai tempat edukasi dan konservasi mangrove dalam rangka menjaga lingkungan pantai.
Banyak kegiatan lain yang sudah dilaksanakan misalnya penanaman mangrove dan vegetasi pantai, juga tranplantasi terumbu karang yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2012. Hal tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Dinas Perikanan terus berkomitmen dalam mendukung CPUGG.
Redaktur: Usep Mulyana











