JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menjadi keynote speaker diskusi kelembagaan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Senin (16/1/2023).
Diskusi yang bertema “Watchdog Sang Wakil Rakyat di Daerah” itu sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintah 3 pilar dan keterlibatan dunia akademis untuk memberikan masukan informasi, kritik, dan saran.
“Tiga pilar eksekutif, legislatif, dan yudikatif menentukan pembangunan sesuai target yang disepakati,” ujar Kang Fahmi.
Lanjut dia, kegiatan yang digagas BEM FH UMMI ini tidak bisa dilepaskan dengan eksekutif, karena Pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak bisa dipisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Mahasiswa punya tugas mengawasi DPRD dan Pemda, termasuk unsur yudikatif semuanya butuh pengawasan,” Kata orang nomor satu di Sukabumi itu.
Sebab DPRD dan pemda butuh masukan untuk meluruskan perjalanan baik eksekutif dan legislatif, maka dari mimbar akademis perubahan bisa dilakukan sebagai energi positif.
“Watchdog istilahnya bagaimana kita berikan pengawasan agar tidak terjadi pemborosan dan penyalahgunaan, agar target yang ditetapkan dapat terealisasi sesuai yang ditetapkan,” ungkapnya.
Adapun bentuk pengawasan di ranah legislatif yaitu melalui mekanisme persidangan di DPRD dan DPR melalui ajuan hearing atau konsultasi dan dialog ke alat kelengkapan di DPRD.
“Proses membangun peradaban melalui infrastuktur perlu perencanaan dan pengawasan, Pembangunan tanpa perencanaan akan hancur, maka perlu pengawasan,” jelasnya.
Reporter: CR6 | Redaktur: Usep Mulyana












