JURNALSUKABUMI.COM – Seorang bocah bernama Agnia (5), warga Kampung Tenjolaya RT 04 RW 05, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban jenis permainan lato-lato. Anak tersebut mengalami luka sobek di bibir bagian bawah akibat terbentur permainan yang sempat populer tahun 90-an, milik teman sepermainannya.
Atas kabar tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cicurug melakukan kunjungan sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban, Selasa (10/01/2023).
Camat Cicurug, Ading Ismail yang didampingi Danramil Cicurug Kapten Ahmad Amin mengunjungi korban lato-lato mengatakan, Forkopimcam Cicurug menyambangi kediaman anak yang menjadi korban permainan yang membutuhkan konsentrasi tinggi itu.
“Saat ini saya mengunjungi rumah korban bersama pak Danramil, saat tiba di rumah korban terlihat lukanya memang sangat serius di bagian bibir sehingga harus menerima tiga jahitan, akibat dari benturan lato-lato temannya saat korban berada ditempat pengajian,” kata Ading.
Menurutnya, permainan tersebut ini memang saat ini sedang digandrungi oleh kalangan anak – anak serta kalangan dewasa namun tak disangka permainan yang menjadi buah bibir di masyarakat ini banyak menimbulkan dampak, sehingga perlunya edukasi dan memberikan perhatian kepada anak – anak akan dampak negatifnya.
“Jika dilakukan secara berlebih, membuat tidak nyaman bagi anak, tetapi butuh pengawasan dari orang tua. Karena, bisa menyebabkan cidera pada anak yang mainnya dan orang lain jika alat tersebut di salah gunakan,” ujarnya.
Dalam kunjungannya Ading memberikan satu paket sembako dan makanan ringan untuk keluarga korban, dirinya menghimbau kepada warga Cicurug dan sekitarnya agar memilih dan memilah permainan-permainan yang tidak membahayakan.
Reporter : Ifan | Redaktur: Usep Mulyana












