JURNALSUKABUMI.COM – Satuan Tugas Sosial (SatgasSos) Kesetiakawanan Nasional (KSN) Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (Bareta) Indonesia kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), belum lama ini.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Bagian (Kaban) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Habib Burrohman, sebagai perwakilan Bupati Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Badan Narkotika Nasional (BNN), Polres Kota dan Kodim.

Ketua Umum LSM Bareta Indonesia, Djunaidi Tanjung mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk membangun kader insan yang peduli dengan bencana dan jiwa sosial dengan konsep Government.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bareta Indonesia dalam mitigasi bencana,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (16/12/2022).
Menurut dia, rata-rata masyarakat bergerak dan panik setelah ada bencana, maka LSM Bareta melakukan pengkaderan anggota yang diberikan materi mengenai pengenalan bencana yang diatur dalam Undang-Undang Bencana No. 24 Tahun 2007.
Adapun pengkaderan bencana, lanjutnya, dilakukan setiap tahun yang pesertanya diambil dari masing-masing desa dengan perwakilan sebanyak dua orang.
“Setelah pengkaderan, peserta akan melanjutkan pelatihan di pemerintahan desa melalui anggaran dana desa dalam 26 Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” tandasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang telah memberikan dana hibah untuk menjalankan program organisasi dengan 3 tahapan, di antaranya Kesekretariatan, Kesosialisasian, Kaderisasi/ Bimtek Satgas Sos KSN Gelombang 7.
“Semoga pemerintah terus menganggarkan bahkan menambahkan dana anggarannya untuk kegiatan seperri ini,” tutup Tanjung.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pencegahan BPBD Kabupaten Sukabumi, Arianja menambahkan, isi Undang-undang Bencana Nomor 24 Tahun 2007 tersebut di antaranya Bencana Alam, Bencana Non Alam dan Bencana Sosial.
“Kabupaten Sukabumi menjadi supermarket bencana dengan istilah Gurilap (Gunung Rimba Laut Pantai) yang semuanya berpotensi bencana,” sambungnya.
Orang yang akrab di sapa Ari itu juga mengaku sangat senang dengan adanya lembaga LSM seperti Bareta Indonesia yang bergerak di bidang bencana, karna menurutnya pemerintah pun tidak bisa bergerak sendirian.
“Bisa dilihat dari logo segitiga BNBP yg maknanya saling keterikatan antar pemerintah, masyarakat dan dunia pengusaha. Dan hadirnya LSM seperti tentu sangat membantu pemerintah,” tandasnya.
Selain itu, pada moment tersebut, BNN memberikan bantuan 1 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas dilingkungan kegiatan dan diserah terimakan oleh Komisaris Polisi (Kompol) Darto serta 1 set alat bantu pendengaran oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Reporter: CR6 | Redaktur: Ujang Herlan












