JURNALSUKABUMI.COM – Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular menjadi tema dalam workshop yang digelar Pointtrash Indonesia di Kopi Bumi Sukabumi, Rabu (07/12/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung dua narasumber yaitu CEO dan Co-Founder Pointtrash Indonesia, Adin Putra Perdana dan Wartawan yang Fokus soal Isu Lingkungan, Budiyanto.
Tak hanya itu, kegiatan pun dipandu langusng moderator, Handi Salam dan dihadiri sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Universitas Nusa Putra (UNS) serta perwakilan beberapa komunitas dari Sukabumi dan jurnalis dari beberapa media lokal serta TV Nasional.
“Sesuai dengan tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular” kehadiran kami tentu menjadi salah satu alternatif dalam mendukung masyarakat Indonesia mendapatkan penghasilan dengan melakukan transaksi pembuangan sampah daur ulang dan penjemputan sampah melalui rumah ke rumah,” ujar CEO dan Co-Founder Pointtrash Indonesia, Adin Putra Perdana.
Melalui pointtrash, sebuah aplikasi seluler yang bisa dimanfaatkan masyarakat Inonesia untuk menukar sampah dan langsung dijemput ke tempat tinggalnya masing-maisng.
“Warga tinggal duduk di rumah, hasil transaksinya akan mengendap jadi saldo di aplikasi pointtrash, lalu bisa ditarik ke Shopeepay, Ovo dan Gopay dengan minimal order di 5 kg,” jelas Adin.
Dalam penyampaiannya, pemuda 34 tahun itu mengaku sampai hari ini ada tiga kategori segmen, yaitu segmen pointtrash individu, masyarakat, industri perkantoran, coffe shop dan resto.
“Pointtrash juga sudah masuk ke beberapa sekolah yaitu pointtrash goes to school dengan melibatkan OSIS dan program bayar uang kas pakai sampah,” paparnya.
Lanjut dia, ada beberapa kategori sampah yang diterima, yaitu sampah an organik, plastik, logam, besi dan kertas, karena masing-masing memiliki sub kategori.
Adapun sampah yang sudah coba ditarik dari masyarakat khusus wilayah kota dan kabupaten hari ini mencapai angka 3-5 ton per bulan.
“Total selama berdiri Pointtrash kurang lebih 2 tahun ini yaitu di angka 50 ton. Hasil ini kita kembalikan lagi kepada masyarakat sebagai produsen atau penghasil sampah tidak kurang dari 119 jt yang sudah kita coba kembalikan nilai manfaat atau ekonomi serkularnya,” katanya.
Terakhir, kata Adin, promodel untuk layanan aplikasi Pointtrash ini di wilayah Kota Sukabumi ada 7 kecamatan dan 33 kelurahan, sebagin juga wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Ya harapannya, semoga dari tahun ke tahun layanan aplikasi Pointtrash itu bisa merata di seluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi,” tandansya.
Reporter: CR6 | Redaktur: Ujang Herlan












