Cium Kejanggalan, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Ungkap Kasus Pembacokan di Sukaraja

Senin, 31 Oktober 2022 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keluarga Cecep (20), korban pengeroyokan gerombolan bermotor di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi meminta polisi segera mengungkap kasus. Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada kepolisian.

Cecep, warga Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi menjadi korban pengeroyokan kelompok diduga gerombolan bermotor sekira pukul 01.30 WIB, Minggu (30/10/2022). Nyawanya tak bisa diselamatkan meski sudah ditangani tim medis di rumah sakit.

Ayah korban, A (45 tahun), merasa ada yang janggal dari kasus kematian anaknya. Kejanggalan tersebut Ia temukan setelah mendengarkan keterangan dari para saksi di kantor polisi.

“Tadi perwakilan dari keluarga datang ke Polsek Sukaraja dan ikut berkumpul dengan 2 orang saksi yang satu motor dengan korban. Malam kejadian itu korban katanya Satu motor dengan dua orang saksi, yang jadi pertanyaan kita kalau jatuh dari motor terus nabrak pohon yang bawa motornya kenapa bisa langsung kabur. Harusnya yang bawa motor itu lebih parah,” ujar A, Senin (31/10/2022).

Para saksi, kata A, mengaku diserempet sampai akhirnya korban ditarik. Dirinya menyayangkan, tindakan teman-teman Cecep yang meninggalkan korban tanpa berusaha menolong. Bahkan, sempat tidak mengakui teman dari anaknya tersebut.

“Kenapa kalian bisa lari? Sedangkan korban tidak bisa lari (kabur). Kalau mau tarik lagi, anak saya tolongin bukan kabur ninggalin anak saya. Malah awalnya dia gak ngaku ngebonceng, seolah menghindar menyelamatkan diri sendiri,” pungkasnya.

Cecep meninggal dunia saat menjalani penanganan medis di RSUD R Syamsudin SH. Luka bacokan yang Ia alami cukup parah, nyawanya tidak terselamatkan.

Jenazah CM langsung dibawa pulang dan dimakamkan di TPU yang ada di wilayah Desa Perbawati. Pihak keluarga menolak autopsi terhadap jenazah karena ada keterbatasan dari pihak rumah sakit.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru