JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sukabumi, H. Eten Rustandi, bertekad akan melayani masyarakat melalui agen-agen elpiji, SPBU dan pertashopnya hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah yang berada di pelosok daerah. Hal ini disampaikan Eten, Selasa (20/9/22), menyikapi rencana pemerintah melakukan konversi gas ke induksi kompor listrik. Dimana hari ini telah diujicobakan di Wilayah Solo dan Denpasar.
“Semangat kami untuk melayani warga terkait pemenuhan kebutuhan BBM dan gas tidak pernah akan surut. Sampai ke pelosok daerah terpencil pun akan terus perjuangkan, agar warga tidak kesulitan mencari dan mendapatkan dua komponen penting itu,” kata Ketua Hiswana Migas yang terpilih secara aklamasi pada 26 Juni 2022 lalu itu.
Dia menjelaskan, konversi gas elpiji 3 Kg ke induksi kompor listrik, baru sebatas uji coba. Pihaknya, akan menunggu respon dari masyarakat. Jika dianggap berhasil mengurangi beban APBN, pastinya akan mengurangi ketergantungan akan kebutuhan gas.
“Saya rasa uji coba konversi ini, juga harus diiringi dengan perbaikan sarana prasarana jaringan listrik di setiap rumah. khawatir beban tinggi jaringannya tidak memadai dan akan jadi masalah di kemudian hari. Seperti timbulnya bahaya kebakaran,” ujarnya.
Belum lagi ketika masyarakat telah nyaman menggunakan kompor listrik, tiba-tiba terjadi lonjakan jumlah tagihan pembayaran rekening listrik. “Inilah yang kemungkinan akan terjadi. Masyarakat hanya akan jadi korban percobaan pemerintah. Saya berharap, masyarakat masih sabar dengan kondisi ini. Tidak jauh berbeda pada saat konversi minyak tanah ke elpiji,” ungkapnya.
Pada intinya kata Eten, pihaknya selalu mendukung pemerintah demi perbaikan bangsa dan negara ke depan. Nantinya masyarakat banyak pilihan, apakah mau Listrik murah atau minyak tanah. Tapi gas elpiji yang pasti jadi harga keekonomian alias mahal bagi rakyat kecil.
Redaktur: Usep Mulyana












