JURNALSUKABUMI.COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah, menggelar visitasi pembukaan Program Magister S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) oleh Kopertais Wilayah 2 Jawa Barat. Pemaparan program disampaikan oleh Ketua STAI Al-Masthuriyah, Dr. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag, Minggu (18/9/22).
“Pada tahun akademik ini, kita akan membuka Program Magister S2 untuk Program Studi PAI.
Kemungkinan kita mengambil konsentrasi (PAI). Dimana nanti mahasiswa bisa kuliah dua semester. Nanti pada semester ketiga akan membuat tahkasus spesialis di PAI,” kata KH. Abu Bakar, kepada jurnalsukabumi.com,
Lanjut dia, nantinya mahasiswa bisa memilih prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) misalnya untuk sekolah dia bisa memilih Fiqih, Quran Hadits, Akidah Akhlak, jadi disebut spesifikasi agama islam.
Lantas muncul pertanyaan, kenapa STAI Al-Masthuriyah membuka program S2 tersebut? KH. Abu Bakar yang biasa disapa Kang Bakang itu menjelaskan, pada prinsipnya, pendidikan itu harus terus mengembangkan berkelanjutan. Para guru yang mengajar PAI di sekolah sampai hari ini secara yuridis sudah menjadi syarat, sebab rata-rata mereka sudah bergelar S1,” jelasnya.
Namun seiring pengembangan pengetahuan ujarnya, maka guru-guru itu harus lebih mengetahui tentang bagaimana mengajar PAI. Terlebih harus melek tentang perkembangan teknologi dalam pengajaran. Lantas lebih jauh lagi memahami problematika masyarakat dalam konteks pendidikan agama.
Oleh karena itu STAI Al-Masthuriyah, membuka Program S2 PAI itu. Tentu saja hal ini akan menggambarkan bagaimana pergerakan STAI Al-Masthuriyah sebagai bagian dari pondok pesantren.
“Sebagaimana diketahui oleh para mahasiswa sekaligus bagian santri. Pimpinan kita itu menerapkan tiga tradisi, pertama tradisi keilmuan, keagamaan dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, pembukaan Program Magister PAI itu lebih banyak pada dimensi atau tradisi pengembangan keilmuan. Jadi, ini selaras dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Al-Masthuriyah. “Dari banyak hal insyaallah program magister ini sudah siap. Pertama dari ketersediaan dosen syaratnya minimal harus ada lima dosen S3, kita sudah punya enam dosen,” jelasnya.
Persyaratan lainnya sudah berkualifikasi serta memiliki homebase di STAI Al-Masthuriyah. Kedua dari sisi sarana prasarana, Ketiga dari sisi calon mahasiswa karena rata-rata lulusan STAI Al-Masthuriyah,
“Terutama dari PAI itu sudah banyak. Kemudian guru-guru.yang belum S2 itu juga tergolong banyak. Dari guru-guru yang ada dan lembaga-lembaga yang dibina oleh Al-Masthuriyah juga melimpah,” terangnya.
Barangkali saat ini, tinggal menunggu secara spesifik izin tertulis dari pemerintah.Dimana hari ini dari kementrian pusat, dari kopertais. Rekomendasi insyaallah sudah keluar, secara lisan sudah, tinggal izin tertulisnya saja, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana












