JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus berupaya memberikan edukasi kepada anak-anak melalui program Sekolah Siaga Kependudukan.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Data dan Informasi Kependudukan DPPKB Kabupaten Sukabumi, Ani Andriyani, mengatakan program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2018. Pada awal pelaksanaannya, program ini baru diterapkan di dua sekolah, yakni SMP Cisolok dan SMA Negeri Cisolok. Namun, hingga saat ini telah berkembang pesat menjadi 80 sekolah.
“Tujuan dari program ini adalah untuk mengintervensi berbagai permasalahan kependudukan, yang harus dimulai sejak usia dini,” ujar Ani kepada Jurnalsukabumi.com, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan, dari total 80 sekolah tersebut terdiri dari 10 SD, 35 SMP, dan 35 SMA. Program Sekolah Siaga Kependudukan diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Melalui program ini, kami mengenalkan dampak kependudukan secara kuantitas agar siswa lebih memahami isu-isu kependudukan sejak dini, sehingga ke depan mereka mampu merencanakan kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ani menambahkan, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai dampak kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, pergaulan bebas, hingga bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
“Kami berharap, dengan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan isu sosial lainnya, anak-anak dapat mempersiapkan diri untuk merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera di masa depan,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan












