Terungkap! Penemuan Mayat di Gegerbitung Tewas Akibat Serangan Jantung

Sabtu, 10 September 2022 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hasil autopsi sesosok mayat dengan kondisi kepala tinggal tengkorak di Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi telah selesai dilakukan di RSUD R Syamsudin SH.

“Hasil sementara, pihak Dokter Forensik bahwa dugaan jenazah ini tidak didapati bekas-bekas kekerasan atau dalam arti kata tidak ada penganiayaan dan lain-lain. Sehingga korban diduga mengalami serangan jantung,” kata Kapolsek Gegerbitung Iptu Erman, saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (10/9/2022).

Erman mengatakan, adapun hasil detailnya menyusul. Jadi, keterangan dari forensik kematian ini diakibatkan serangan jantung. Kemudian, diperkirakan usia korban dilihat dari hasil pemeriksaan forensik yakni diperkirakan sekitar 54 tahun dengan tinggi badan perkiraan 164 cm.

“Sampai saat ini identitas masih belum kita kenali karena dilihat dari sidik jari tidak bisa kita lakukan karena sudah hancur. Kemudian muka juga sudah tinggal tengkorak. Sementara untuk identitas sendiri belum bisa dipastikan,” ujar Erman.

Ia menuturkan, sejauh ini pihaknya sudah koordinasi dengan kepala Desa Sukamanah dan sekitarnya namun warga sekitar tidak ada yang merasa kehilangan. Bersama perangkat daerah, ia pun menyampaikan himbauan agar menampung informasi apabila ada masyarakat yang hilang atau tidak pulang ke rumahnya dalam kurun waktu beberapa hari ini.

“Kalau dilihat dari kasat mata ya yang tidak bisa dikenali muka sudah menjadi tengkorak  kemudian tangan dan kaki sebagian sudah jadi tulang,” jelasnya.

Karena sampai saat ini belum ditemukan identitasnya, lanjut dia, sedangkan jenazah itu tidak mungkin dibiarkan lama-lama dengan kondisi yang sudah tidak memungkinkan. Maka pihaknya memutuskan kebumikan di pemakaman umum TPU Taman Rohmat Citamiang.

Ia mengatakan usia kematian jenazah tersebut diperkirakan 7-14 hari, dan tidak ada jejak kaki di lokasi kejadian. Adapun lokasi penemuan mayat tersebut bukan merupakan jalan setapak atau jalan yang sering dilintasi.

“Ini masih semak-semak utuh. Kalau dari jalan raya terdekat itu 400 meteran dengan turun tebing 80 derajat. Jadi, perlu digaris bawahi ini keterangan sementara. Adapun keterangan resmi hasil tertulis dari dokter forensik,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru