JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan monyet masuk permukiman warga di Kampung Pamoyanankaler, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dalam sepekan terakhir. Kawanan primata tersebut merupakan spesies kera ekor panjang berwarna hitam dan abu-abu.
Abah Jejen (70) seorang petani yang terdampak dengan kehadiran gerombolan monyet tersebut juga mengatakan, lahan pertaniannya alami kerugian. Mulai dari pisang, kacang tanah, ubi jalar, hingga jagung yang habis dimakan monyet.
“Kalau itu dimakan, tanaman mah nggak di injekin. Ratusan lah monyetnya juga. Kadang pagi datangnya,” kata Jejen saat ditemui Jurnalsukabumi.com, Kamis (25/8/2022).
Jejen menyebut, monyet itu datang dari hutan Gunung Gede Pangrango di Goalpara. Ia berharap, pihak terkait dapat memberikan solusi agar lahan petani tidak terdampak.
“Ya lah iya resah, petani mah. Nggak bisa tanam-tanamin jagung, ubi jalar, kacang tanah nggak bisa. Itu abis dimakan, digebah-gebah teh atuh ngarajol (diusir monyet itu berlarian),” pungkas dia.
Sementara, Nining (45) warga sekitar menuturkan kesaksiannya saat melihat monyet masuk ke pemukiman rumahnya. Pada Rabu (23/8) kemarin, gerombolan monyet itu bergelantungan di pohon dan berpindah ke atap rumah Nining
“Dari situ (sambil menunjuk pohon) kan di situ ada pisang, alpukat, nangka. Saya sempat lihat gerombolan banyak, biasanya pagi sama sore,” kata Nining.
Nining juga menunjukkan atap gentingnya yang pecah. Meski monyet itu mendekati pemukiman warga, tapi ia bilang tak sampai mencelakai masyarakat.
“Nggak nyerang. Nyampe ke rumah, naik genting. Kalau di sini sudah dua tahun, tapi minggu kemarin lebih sering,” ungkapnya.
Ia pun mengaku resah saat kawanan kera itu sering turun ke pemukiman. Dia juga sudah melaporkan kejadian itu ke pihak desa.
“Resah ya, sudah ke pihak desa lapor. Harapannya ya gimana caranya biar nggak turun soalnya takut,” tandas dia.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












