Harga Sawi Anjlok, Begini Saran Distan Kabupaten Sukabumi untuk Petani

Selasa, 9 Agustus 2022 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyarankan para petani sawi atau casim tidak menanam satu jenis sayuran di ladangnya. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi harga komoditas hasil pertanian yang tidak stabil.

Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir para petani mengeluhkan harga komoditas sayuran jenis sawi anjlok di pasaran. Harga tersebut mencapai di angka Rp 200 rupiah per kilogram.

“Masalah secim atau sawi ini sebetulnya ini kan masalah suplai dan demand saja. Ketika harga sawi bagus petani serentak tanam sawi sehingga mekanisme pasar dibanjiri sawi,” ujar Denis Eriska, Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/8/2022).

Agar harga komoditas hasil pertanian stabil, lanjut Denis, para petani dianjurkan untuk tidak ikut-ikutan tanam satu jenis komoditas agar tidak terjadi banjir hasil panen komoditas di pasar.

“Pada saat panennya kan bersama-sama, jadi banyak. Kemudian pasar banjir oleh sawi, jadi kalau saran saya sebetulnya jangan latah, petani harus punya diversifikasi jenis tanamannya,” terangnya.

Denis berharap para petani mengerti akan diversifikasi atau praktik memvariasikan usaha taninya, sehingga tidak terlalu terpengaruh penurunan harga di pasar.

“Jangan tuturut munding, kalau bahasa sundanya. Bila dengan konsep diversifikasi suplai akan terjaga sehingga kemudian harganya stabil, itu saran saya,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru