Tradisi ‘Ngala’ Impun, Jadi Daya Tarik Wisatawan Palabuhanratu

Minggu, 24 Juli 2022 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemandangan berbeda terlihat di muara Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar pantai berbondong bondong mendekati muara sungai.

Berdasarkan pantauan,  masyarakat tersebut sedang memanen jutaan ikan impun yang melakukan migrasi dari laut lepas menuju sungai. Tradisi Salawena atau ‘Ngala’ Impun masyarakat pesisir pantai hanya bisa di lihat di bulan bulan tertentu.

“Tradisi ‘Ngala’ Impun ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang. Tetapi tidak diketahui kapan tradisi ini dimulai, yang jelas setiap akhir bulan kalender hijriyah setiap muara sungai pasti di penuhi warga untuk menjaring ikan kecil ini,” kata Warga Desa Citepus, Ujang Saepullah kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (24/7/2022).

Jenis ikan tesebut, termasuk favorit warga di pesisir pantai. Selain rasanya yang gurih, ikan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga banyak warga yang menjaringnya untuk sekedar di makan ataupun dijual.

“Ikan ini kalo di jual sekitar Rp80 ribu per kilogram. Namun, kalau hasil tangkapan sedikit paling hanya untuk konsumsi sendiri saja, apalagi hasil tangkapan beberapa tahun terakhir terus menurun,” terangnya.

Sementara itu, pedagang yang berada di pesisir pantai, Sukarya mengaku sangat terbantu dengan adanya migrasi ikan itu. Sebab, menjadi bahan tontonan pengunjung baik lokal maupun luar sukabumi.

“Tradisi ini unik bisa menarik pengunjung datang ke Palabuhanratu, soalnya kalau saya lihat, saat musim panen ikan Impun ini. Muara Citepus selalu di penuhi warga yang sekedar ingin melihat-lihat atau pun memfoto aktivitas ‘Ngala’ Impun,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Senin, 25 Mei 2026 - 00:01 WIB

Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Berita Terbaru