JURNALSUKABUMI.COM – Pemandangan berbeda terlihat di muara Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar pantai berbondong bondong mendekati muara sungai.
Berdasarkan pantauan, masyarakat tersebut sedang memanen jutaan ikan impun yang melakukan migrasi dari laut lepas menuju sungai. Tradisi Salawena atau ‘Ngala’ Impun masyarakat pesisir pantai hanya bisa di lihat di bulan bulan tertentu.
“Tradisi ‘Ngala’ Impun ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang. Tetapi tidak diketahui kapan tradisi ini dimulai, yang jelas setiap akhir bulan kalender hijriyah setiap muara sungai pasti di penuhi warga untuk menjaring ikan kecil ini,” kata Warga Desa Citepus, Ujang Saepullah kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (24/7/2022).
Jenis ikan tesebut, termasuk favorit warga di pesisir pantai. Selain rasanya yang gurih, ikan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga banyak warga yang menjaringnya untuk sekedar di makan ataupun dijual.
“Ikan ini kalo di jual sekitar Rp80 ribu per kilogram. Namun, kalau hasil tangkapan sedikit paling hanya untuk konsumsi sendiri saja, apalagi hasil tangkapan beberapa tahun terakhir terus menurun,” terangnya.
Sementara itu, pedagang yang berada di pesisir pantai, Sukarya mengaku sangat terbantu dengan adanya migrasi ikan itu. Sebab, menjadi bahan tontonan pengunjung baik lokal maupun luar sukabumi.
“Tradisi ini unik bisa menarik pengunjung datang ke Palabuhanratu, soalnya kalau saya lihat, saat musim panen ikan Impun ini. Muara Citepus selalu di penuhi warga yang sekedar ingin melihat-lihat atau pun memfoto aktivitas ‘Ngala’ Impun,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












