RSUD Jampangkulon Bareng Dinkes Gelar Seminar dan Workshop Stunting

Jumat, 15 Juli 2022 - 12:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dalam rangka mendukung percepatan penanggulangan stunting, RSUD Jampangkulon, menggelar seminar dan workshop stunting bagi Puskesmas di Wilayah 5, 6 dan 7. Acara itu turut dihadiri Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (UPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H.Masykur Alawi,S.Kep.,MKM sekaligus meresmikan Poli Anak Stunting.

Disamping seminar dan workshop,Ā  RSUD Jampangkulon juga mengadakan skrining dengan sasaran anak dari karyawan. Harapannya, kelalaian gizi pada anak dapat ditangani, setidaknya dimulai dari ruang lingkup keluarga karyawan rumah sakit.

“Kegiatan skrining gizi ini, merupakan bentuk keseriusan RSUD Jampangkulon dalam mencegah stunting,”kata Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty S.Psi, kepada jurnalsukabumi.com. Jumat (15/7/22).

Kegiatan Seminar dan Workshop Stunting kata dia, mengusung tema Management of Stunting dan penandatanganan MOU tentang penguatan rujukan stunting serta implementasi menu gizi seimbang untuk anak stunting. Kegiatan berlangsung dua hari Senin (11/7) dan Selasa (12/7).

Salah satu dokter RSUD Jampangkulon dr.Wahyu Kusuma Wardhani,Sp.A.,M.Blomed menjelaskan, stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

“Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek,”ungkapnya.

Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia dua tahun dan harus ditangani dengan segera dan tepat,tambahnya.

Penilaian status gizi dengan standar deviasi tersebut kata dr. Wahyu biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari WHO. Dalam acara tersebut, dijelaskan juga seputar Maternal oleh pemateri dr. Imas Kartika Dewi,Sp.OG.

Sementara Dessy Nursetiani Rahayu,A.Md.Gz menjelaskan, tentang implementasi tentang menu gizi seimbang untuk anak stunting. Bertindak sebagai moderator dr. Fadli Aditya Rizky, Sp.PD.,FINASIM.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Lepas Atlet Ikuti Pekan Olahraga Provinsi, Bupati: Optimalkan dalam Setiap Pertandingan!
PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru