Perumdam AM TJM Perkenalkan Teknologi Scada untuk Kontrol Pengolahan Air

Senin, 4 Juli 2022 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Perusahaan Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) menerapkan teknologi terintegrasi dan termutakhir Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) untuk mengontrol proses pengolahan air, distribusi dan memantau kebocoran, Senin (4/7/2022).

Direktur Teknik Perumdam AM TJM, Iyus Sugiarto menyatakan SCADA yang digunakan perusahaannya menggunakan sistem kendali berbasis komputer yang canggih.

Direktur Teknik Perumdam AM TJM, Iyus Sugiarto.

“Di era digital saat ini, Perumdam AM TJM berupaya untuk terus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan menggunakan system SCADA tahun 2022 pada pengolahan air. Tujuannya agar efektif, efisien, dan ekonomis. Saya harap, dengan adanya WTP berbasis komputerisasi ini, Perumdam dapat membuat system sendiri untuk WTP WTP lainnya yang ada di Perumdam AM TJM,” ujar dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com.

Sementara itu, menurut Ida Darmawati Kepala Bagian Produksi Perumdam AM TJM menjelaskan, jika teknologi tersebut akan dicoba pertama kali di WTP Cikembar.

“Pengoperasian system SCADA dalam bidang pengolahan air berfungsi sebagai penghitungan debit air, pengecekan kualitas air yang lebih terkendali, pengendali bahan baku produksi agar lebih efisien yang didorong dengan SDM yang berkualitas. WTP pertama yang akan diuji coba adalah WTP Cabang Cikembar. Output yang saya harapkan, agar pengolahan air di Perumdam TJM dapat lebih cepat terkendali apabila terjadi suatu trouble,” bebernya.

Ida berharap dengan adanya teknologi tersebut kinerja karyawan dapat terdongkrak dan bisa mengoptimalkan pengolahan air.

Untuk diketahui pola kerja SCADA dimulai dari mesin pompa pada alat kontrol yang diberi teknologi khusus. Sehingga dari alat tersebut, bisa langsung dikumpulkan data-data yang dibutuhkan seperti panas pompa, listrik yang dibutuhkan, getaran kemiringan hingga beberapa parameter lainnya.

Namun demikian, yang biasanya digunakan adalah konsumsi listrtik, getaran pompa dan panas.

Begitu mendapatkan data dari logger yang ada di lapangan, maka “main display” SCADA bisa diketahui kebutuhan berapa yang ideal dalam menyuplai air ke pelanggan hingga kurang dan lebihnya pressure di sebuah kawasan.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti
DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan
APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem
Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP
Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi
Spirit Palabuhanratu: Mengawal MBG sebagai Jalan Kedaulatan Ekonomi dan Investasi Langit Sukabumi
Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Sukabumi Factory Ajari Warga Bertani

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:23 WIB

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:50 WIB

APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:06 WIB

Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:33 WIB

PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:50 WIB

Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB