Waspada! Pedagang di Lapdek Kota Sukabumi Terima Uang Palsu dari Pembeli

Rabu, 29 Juni 2022 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Salah seorang pedagang Juli (50), di sekitar Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi dikejutkan dengan temuan uang palsu (Upal) yang diterima dari pembeli.

Peredaran uang palsu tersebut diketahui berupa pecahan Rp 50 ribuan. Juli menuturkan, dirinya menemukan uang palsu tersebut saat akan berbelanja untuk kebutuhan jualannya.

Saat akan membelanjakan uangnya, Juli mendapat penolakan dari kasir karena uang yang dipakainya bermasalah.

“Tadi pagi saya belanja kebutuhan jualan. Saat bayar. Kata kasirnya itu ada uang yang tidak bisa dicek dengan money detector,” ujar Juli kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (26/6/2022).

Mendapati hal tersebut, dia kemudian memastikan uang pecahan Rp 50 ribu itu dengan membandingkannya. Setelah dibandingkan dengan uang Rp 50 ribu lainnya, barulah diketahui bahwa ada perbedaan.

“Ternyata setelah diraba-raba dan disamakan. Ternyata uang pecahan Rp 50 ribu itu palsu,” tutur Juli.

Dia berujar, uang palsu tersebut terlihat dari warnanya cukup pudar, ukurannya lebih kecil, serta benang pengaman pada uang tersebut berwarna ungu.

“Kertasnya lebih kasar, warna birunya pudar dan benang pengamannya warna ungu. Sementara aslinya itu benangnya agak biru,” jelas dia.

Juli menyebut, uang tersebut didapatkan dari para pembelinya. Namun menurutnya, dia tidak menyadari persis dari pembeli mana uang palsu tersebut dia terima karena aktivitas berjualan cukup ramai.

Lebih lanjut Juli mengatakan, dia merasa resah dengan temuan uang palsu tersebut karena merugikan usahanya.

“Ya gak tau orang yang membelinya itu siapa. Yang jelas ini uang dari pembeli. Resah, kalau ada lagi kami rugi. Harapannya semoga cepat terungkap aja pelakunya,” ungkapnya.

Sementara itu, terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin menuturkan terkait fenomena tersebut pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Menginformasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada. Kemudian kita juga melakukan lidik di lapangan, untuk mencari tahu sumbernya dari mana. Sementara ini laporan belum ada,” pungkas Zainal di sela kegiatan vaksin hewan ternak.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
Kajari Kabupaten Sukabumi Hadiri Lepas Sambut Kajati Jabar: Siap Dukung Hukum Berkeadilan dan Berhati Nurani
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:18 WIB

Kajari Kabupaten Sukabumi Hadiri Lepas Sambut Kajati Jabar: Siap Dukung Hukum Berkeadilan dan Berhati Nurani

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Berita Terbaru