JURNALSUKABUMI.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar kegiatan seminar Nasional Literasi Digital di Gedung Widaria Kencana (GWK), Jalan Lingkar Selatan (Lingsel), Sabtu (11/6/2022).
Acara tersebut mengusung tema Akselerasi Peluang Usaha Era Disrupsi Digital. Kegiatan ini merupakan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, dalam pergerakan ekonomi melalui literasi digital.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan yang mewakili Wali Kota Sukabumi, Kominfo Kota Sukabumi, KNPI Kota Sukabumi, dan Dirjen Aptika (Aplikasi Informatika) Kominfo Samuel Abrijani.
Gelaran seminar tersebut diawali dengan penyampaian gagasan literasi digital oleh Dirjen Aptika, Samuel Abrijani, secara virtual. Ia membahas pentingnya akselerasi era digital, dalam pergerakan ekonomi pasca pandemi.
Yudi Yustiawan menyampaikan, Pemkot Sukabumi mengapresiasi dan mendukung adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, percepatan digital berperan penting bagi para pengusaha dalam membangun ekonomi.
Lanjut Yudi, terlebih perannya dalam percepatan perkembangan smart city Kota Sukabumi terutama pada sektor smart economy. Yang mana, Pemkot telah memiliki master plan smart city melalui Diskominfo Kota Sukabumi sejak tahun 2017.
“Nantinya smart city ini bisa memberikan atmosfer yang positif para pelaku usaha melalui digitalisasi, ekonominya ini meningkat melalui digital,” ucap Yudi.
Lebih lanjut dia menyampaikan, harapannya Kota Sukabumi tidak hanya memiliki kemajuan dalam aspek sosial, namun juga pada bidang ekonomi secara digital.
Pada kesempatan sama, Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kota Sukabumi Yuli Noviawan menambahkan, perkembangan penerapan smart city di Kota Sukabumi. Yuli menjelaskan, assesment atau evaluasi program tersebut diukur kompetensinya oleh Kemenpan setiap tahun.
“Informasi dan komunikasinya diukur oleh kemenpan berikut akademisinya, setiap tahun. Regulasinya yaitu Perpres nomor 95 tahun 2018. Yang mana terdapat 47 indikator, untuk mengukur sejauh mana pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan Pemkot Sukabumi,” jelas Yuli.
Lebih lanjut dia menambahkan, dari uji kompetensi tersebut, saat ini Kota Sukabumi dalam perkembangan smart city mendapat penilaian baik, di antara kota atau kabupaten yang ada Indonesia.
“Terkait smart city yang ada di Kota Sukabumi, dari 500 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia, terdapat 25 Kota pertama yang masuk smart city termasuk di dalamnya Kota Sukabumi. Evaluasi terakhir dari 47 indikator itu untuk Kota Sukabumi masuk dalam penilaian 2,98. Jadi masuk dalam kategori baik,” terang Yuli.
Adapun layanan publik yang sudah terdigitalisasi, lanjut Yuli, diantaranya yakni aplikasi Super untuk fasilitas aduan dan keluhat masyarakat dalam berbagai kendala yang terjadi, seperti permaslahan listrik, terjadinya bencana, dan lain sebagainya.
Kemudian pelayanan digital Disdukcapil melalui website mocilegilegit.sukabumikota.go.id, yang memfasilitasi segala keperluan terkait data kependudukan warga Kota Sukabumi.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor












