JURNALSUKABUMI.COM – Santriwati atau pelajar asal Sukalarang, EJ (16) yang sempat hilang kabar selama empat hari, sejak Senin (23/5) lalu, akhirnya dapat kembali ke keluarga, Jumat dinihari (27/5/2022).
Pelajar tersebut dijemput jajaran Polsek Sukalarang untuk dikembalikan kepada keluarga yang telah menunggu kepulangannya di Mako Polsek Sukalarang. Isak tangis keluarga EJ pecah, terutama sang ibunda, saat melihat anaknya tiba.
Pantauan jurnalsukabumi.com di lokasi, pada momen pertemuan tersebut, sang ibunda A (39) terlihat sudah tak mampu lagi membendung rasa pilu. Tanpa kata ia menghampiri, seraya mendekap peluk erat putri sulungnya itu, dengan tersedu-sedu berurai air mata.
Kapolsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin menuturkan, sebab remaja tersebut hilang tanpa kabar hingga ditemukan di Mangga Dua, Jakarta Pusat. Bermula dari niat yang ingin menemui temannya.
“Dari tanggal 23 Mei hari senin meninggalkan rumah dengan angkot. Kronologisnya, ketika santriwati itu menaiki angkot. Dia bertujuan untuk menemui temannya saudara L di patung ABC,” terang Asep.
“Saat perjalanan dalam angkot menuju patung ABC itu, ketika hendak memberhentikan angkot, Tetapi ketika diberhentikan, sopir angkot itu tidak mendengar,” sambungnya.
Lanjutnya, ia menjelaskan, karena hal itulah Ej memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Sukaraja hingga ke wilayah Kota Sukabumi. Dari sanalah niat remaja itu untuk tidak kembali ke rumah, muncul.
“Setelah dari Sukaraja, kemudian dilanjutkan ke wilayah kota. Dan menginap selama dua hari di sebuah hotel di Sukabumi kota. Setelah dua hari itu dia berpikir, karena uangnya sudah habis, maka berpikir untuk mencari pekerjaan,” terang Asep.
Kemudian, EJ ini menghubungi temannya untuk meminta bantuan dicarikan pekerjaan. Dari keterangan yang didapat menurut Asep, pekerjaan tersebut yaitu, menjadi asisten rumah tangga di kawasan Jakarta.
“Setelah dapat informasi dari temannya, bahwa ada yang akan memberikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Jakarta. Kemudian dihubungi, dan berjanjian di wilayah Gekbrong. Lalu dilanjutkan pergi ke Jakarta,” lanjutnya.
Asep pun mengungkap, hilangnya kabar santriwati tersebut hingga empat hari, rupanya ditengarai karena penolakan dari keinginan kedua orang tuanya, yang menginginkan anak tersebut bersekolah di Pondok Pesantren. Sehingga EJ memutuskan untuk pergi dari rumah.
“Alasan sementara yang kami dapatkan, bahwa saudara EJ ini, dia karena sekolah sambil mesantren, hatinya menginginkan untuk tidak pesantren,” jelasnya.
Adapun keterangan yang didapat pihak kepolisian, terkait keberadaan pelajar itu yang ditemukan di Jakarta. Dirinya berujar, karena akan dipekerjakan sebagai pengasuh anak. Dan hal tersebut dilakukan EJ, atas keinginannya sendiri.
“Informasi yang didapat dia akan dipekerjakan sebagai pengasuh anak. Atas keinginan sendiri. Berhubung karena keuangannya sudah habis, dan tidak ingin kembali ke orang tuanya, juga tidak mau kembali ke sekolah dan pesantren,” ungkap Asep.
Lebih lanjut Asep menambahkan, terkait dugaan peristiwa tersebut yang terdapat keterlibatan sopir angkot. Dirinya pun memastikan, hal itu tidak tidak terjadi. “Kalau dugaan sopir angkot tidak ada. Karena itu faktor betul ketika angkot diberhentikan, sopir itu tidak mendengar suara penumpang, yang ingin menghentikan kendaraannya,” jelasnya.
Ia pun menghimbau kepada para pengemudi angkot agar tidak terpengaruh atas peristiwa ini, sehingga kondusifitas pun dapat terjaga. “Jadi, untuk seluruh sopir angkot, berhubung anak ini sudah ditemukan, dan sementara tidak ada keterlibatan sopir angkot dalam kejadian ini. Mungkin untuk sopir angkot agar tetap menjalankan aktivitasnya, dan menjaga kondusifitas,” tandasnya
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor












