Curug Awang, Niagara ala Sukabumi di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark

Sabtu, 2 April 2022 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merupakan rumah bagi beragam obyek wisata alam. Mayoritasnya masih asri sehingga cocok untuk melepas penat alias healing.

Tak hanya itu, berbagai wisata tersebut menghadirkan pemandangan yang sangat indah. Jadi, tak hanya healing, wisatawan juga bisa menambah koleksi foto-foto bagus di Instagram.

Salah satu objek wisata yang patut di kunjungi, yakni Curug Awang yang berada di kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Lokasinya berada di Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Curug Awang kerap disebut menyerupai air terjun Niagara. Pasalnya, air terjun ini mengalir dari tebing batu lebar setinggi 40 meter dan lebar kurang lebih 60 meter. Cukup besar untuk sebuah wisata curug atau wisata air terjun di Sukabumi.

Ditambah lagi dengan keindahannya yang luar biasa berupa batu alam berwarna coklat kemerahan menjadi dinding air terjun. Bisa dibilang ini adalah salah satu karakteristik unik dari curug di Sukabumi ini. Tak banyak air terjun yang memiliki keunikan dan keindahan seperti ini.

Kalau biasanya air terjun itu hanya memiliki pemandangan yang sama, Curug Awang Sukabumi ini berbeda. Karena pada musim kemarau dan musim penghujan pemandangan air terjun tak akan terlihat sama. Itu terjadi karena perbedaan debit air ketika musim hujan dan musim kemarau.

Ketika musim kemaru tiba, curah hujan akan berkurang, itu juga akan mempengaruhi debit air Sungai Ciletuh tempat air terjun ini berada. Pada kondisi seperti ini Curug Awang akan berubah menjadi dua air terjun yang berbeda ukurannya.

Jadi belum lengkap bila belum mengunjungi Curug Awang, karena ini merupakan sala satu destinasi yang harus anda kunjungi ketika berwisata di kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru