JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyebut Hilal sulit terlihat.
Kesulitan tersebut dikarenakan seluruh pemantauan di Indonesia hanya berjarak 2 Derajat dari matahari.
“Secara keseluruhan hari ini di lokasi, sekitar dua derajat secara umum mulai dari Jayapura 1 derajat 7 menit 12 detik. Kemudian yang tertinggi itu sekitar Mentawai 2 derajat lebih,” ujar Rahmat di Pos Observasi Bulan Cibeas, Sukabumi, Jumat (1/4/2022).
Secara umum kata ia, Hilal akan terlihat pada jarak 6,5 Derajat. Bila ketinggian jarak kurang dari itu potensi nampak hilal sangat sulit.
“Tentunya dengan tinggi 2 derajat akan sangat sulit untuk kita bisa melihat Hilal karena sangat dekat dengan pancara matahari,” terangnya.
Se pengalaman Rahmat, BMKG mampu mengamati bila berada di ketinggian 6 Derajat keatas, sehingga mampu melihat hilal dengan baik.
“Lebih rendah dari itu kami belum punya data karena banyak faktor sehingga kalau ini 2 derajat potensi nampak Hilal sangat kecil,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












