JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah kepulan asap dan puing sisa kebakaran Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir. Salah satunya datang dari Koperasi Produsen Bumi Kiara bersama Sapu Jagat Cabang Simpenan yang memilih hadir langsung untuk membantu warga terdampak.
Bukan sekadar membawa bantuan, kedatangan mereka menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar untuk meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, mengatakan bantuan yang diberikan memang tidak bernilai besar secara materi, namun memiliki makna kepedulian dan kebersamaan.
“Alhamdulillah kami dari Koperasi Bumi Kiara bersama Sapu Jagat Cabang Simpenan bisa bersilaturahmi, walaupun silaturahmi dalam keadaan musibah. Kami berharap apa yang kami bawa bisa sedikit meringankan beban warga,” ujar Aji, Minggu (26/7/2026).
Bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya tersebut, menurut Aji, merupakan hasil kepedulian bersama dari jajaran koperasi dan anggota Sapu Jagat. Ia bersyukur dapat bergerak cepat setelah mengetahui kabar kebakaran yang melanda masyarakat Ciptamulya.
“Kami tidak ada rencana jauh-jauh hari. Begitu mendengar berita dan melihat informasi di media sosial, kami langsung bergerak. Tidak ada kata nanti, alhamdulillah hari ini bisa langsung sampai ke sini,” katanya.
Bagi Aji, nilai sebuah bantuan bukan hanya dilihat dari jumlah yang diberikan, tetapi dari niat dan kepedulian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Kalau dibaca dari nominal mungkin tidak seberapa, tetapi kami bersyukur bisa membantu warga yang memang sangat membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan menjadi keberkahan,” ucapnya.
Selain memberikan bantuan, Aji juga menyampaikan pesan kepada warga terdampak agar tetap kuat menghadapi ujian tersebut. Menurutnya, musibah merupakan bagian dari ketentuan Allah yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ketawakalan.
“Kita harus menerima bahwa ini adalah musibah yang sudah menjadi kehendak Allah. Yang terpenting adalah bersabar dan bertawakal. Insya Allah akan ada pengganti yang lebih baik dari apa yang telah hilang,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











