Keren! Batu Alam Karya Pemuda di Kota Sukabumi Dilirik Pasar Mancanegara 

Selasa, 1 Maret 2022 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Batu alam hias di Kota Sukabumi kini mulai dilirik pasar dunia. Penjualannya pun bisa tembus ke negara-negara Asia hingga Eropa dengan harga jual yang fantastis.

Seperti halnya usaha batu yang ditekuni oleh Pemuda asli Kampung Cimanggah, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Rian Rinaldi (28), pemuda asli Kota Sukabumi ini sudah bisa menjual batu ke negara Amerika, Inggris dan beberapa negara Asia.

Rian sendiri sudah menekuni bisnis ini sejak tahun 2014. Hingga kini omset yang dia hasilkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Selain penjualan di skala nasional, namun sejauh ini permintaan ekspor keluar negeri saat ini yang paling banyak,” kata Rian kepada wartawan saat ditemui di galerinya.

Banyak jenis-jenis batu alam hias di galerinya yang berada di kampung cimanggah Kota Sukabumi batu jenis manakara fossil giok grape agate, fossil, petrifietwood, druzy, kecubung, kristal zebra, chysoprase, carnelian, fossil coral, ocean jasfer, dan lace agate.

Saat ini saja, meskipun ditengah pandemi, Rian terus kebanjiran orderan.  Ia sedang memenuhi pesanan batu manakara dari Amerika.

“Saat ini pengiriman paling banyak ke Amerika jenis batu nya manakara dan beberapa jenis batu lain,”ujarnya.

Untuk menarik pembeli, Rian tidak menjual batu mentahan saja. Dengan kreativitas nya dia mengolah lagi batu itu menjadi barang-barang untuk dijadikan perhiasan, souvenir, hingga untuk aksesori di rumah dengan motif-motif unik.

Untuk produksinya, Rian membutuhkan waktu 5 sampai 10 hari untuk dikirim kebeberapa negara di belahan dunia.

“Tidak hanya mentahan batu kita buat batu tersebut untuk dijadikan hiasan sumpenir. Dan animo konsumen diluar kebanyakan dijadikan pajangan untuk dirumahnya,” imbuhnya.

Namun demikian selain bisa mengaharumkan Kota Sukabumi di kancah internasonal. Rian sendiri mengatakan perlunya dukungan dari pemerintah karena sejauh ini biaya ekspor tergolong mahal dibanding negara negara lain.

“Kita masih terkendala untuk biaya ekspor yang mahal karena harga nya cukup lumayan tinggi jika dibandingkan biayaya pengiriman negara lain,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital
Stok Beras Sukabumi Aman Jelang Idul Adha, Heri Gunawan Pastikan Ketersediaan Cukup

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:14 WIB

Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:14 WIB

Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB