JURNALSUKABIMI.COM – BPR Cabang Sukaraja, bersiap menyongsong era digitalisasi, dengan segala kesiapan sarana dan prasarana termasuk IT dan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu dilakukan guna memacu pengembangan usaha demi memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah.
Hal itu disampaikan Kepala Cabang BPR Sukaraja, Budi Sukmawan, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (22/2/22).
Pada prinsipnya, BPR telah siap dengan pelayanan berbasis digitalisasi. Kita sudah hampir siap dengan sarana dan prasarana. Jadi tinggal ngelink saja antara house to house mau kemana. Itu untuk semua jaringan kabupaten sudah siap,” kata Budi.
BPR Cabang Sukaraja lanjut dia, hanya akan menjalankan arahan pimpinan. Pada intinya, kemarin direksi ekspos mengikuti keinginan pemda, BPR akan menyikapi seperti apa. Intinya, dia akan mengikuti keinginan para stakeholder.
“Kita akan koordinasi dengan pusat. Tapi kita akan menyikapi perubahan, termasuk.persiapan menyongsong era digitalisasi,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, BPR sudah punya sources teknologi yang sudah siap beradaptasi dan berkolaborasi dengan digital lain seperti ke Alfamart dan Gopay. Saran bupati kata dia, ke depan kita akan mengunakan dana non tunai.
“Ya, benar memang sudah berjalan. Tapi belum full digitalisasi. Kita akan menginvestasikan sarana IT dan SDM di sarana digital. Secara umum, kita sudah ada, web sudah tersedia tinggal membuat aplikasinya seperti apa. Tinggal menunggu MoU dibuat,” ungkapnya.
Untuk SDM kata bapak tiga orang ini, dia masih menunggu klik atas arahan direksi. Sisi positifnya, adalah adanya percepatan dan transparansi. Tapi disisi lain, pangsa pasar ada sebuah komunitas yang belum terjamah digitalisasi. Maka.perlu dilakukan dengan cara jemput bola dan tatap muka langsung.
Pada bagian lain dia mengatakan, produk masyarakat berpenghasilan tetap (Mantap), masih menjadi andalan. Kredit Mantap, ini relatif lebih aman karena para nasabahnya memiliki jaminan pengembalian yang pasti dan dijamin tepat waktu.
“Pada saat terjadi.PHK besar-besaran rekening karyawan GSI cuma ada 50. Sekarang meningkat menjadi 120 rekening. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan nasabah makin meningkat. Dana yang dikelola dari produk Mantap masih xi bawah angka Rp2 miliar,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












