Melalui Budidaya Lebah Madu, Mahasiswa PPM Berdayakan Geopark Ciletuh

Minggu, 6 Februari 2022 - 22:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mahasiswa PPM School of Management ambil bagian dalam proses pemberdayaan masyarakat di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) melalui budidaya lebah madu.

Proses pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dan kampus PPM School of Management dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s).

Pelatihan dan praktik lapangan budidaya lebah madu dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu (4-5 Februari 2022) di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang didahului tes antigen untuk seluruh peserta dan penyelenggara untuk memastikan bahwa kegiatan telah mematuhi protokol kesehatan dalam rangka pengendalian penularan covid-19.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 25 warga Kecamatan Ciemas yang terdiri dari kelompok pemuda, kelompok tani, dan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain memberikan pelatihan budidaya madu bekerja sama dengan Hengkara Honey Farm, satu kelompok yang berjumlah delapan mahasiswa PPM tersebut juga memberikan bantuan berupa prasarana budidaya dan sejumlah ratu serta koloni lebah madu, serta pelatihan pembukuan dan pencatatan keuangan.

Mahasiswa PPM memfasilitasi pengenalan awal aplikasi SiApik. Aplikasi yang dapat diunduh secara bebas ini dapat dimanfaatkan peserta pelatihan untuk mengelola keuangan dan memberikan perspektif cara mengatur keuangan secara lebih efektif.

Dosen pangampu mata kuliah Pengembangan Kepemimpinan di PPM School of Management Yunita Andi Kemalasari, M.M menjelaskan, kampus PPM berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat dan melibatkan para mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan sebagai bagian proses pembelajaran.

“Melalui kegiatan pemberdayaan ini, kami berharap para mahasiswa bisa mengenal masyarakat, merasakan problem di masyarakat, dan bersama-sama dengan masyarakat mencari solusinya,”ujar Yunita yang bergabung dalam kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Sebagai bagian proses pembelajaran dan kegiatan lapangan untuk mata kuliah Pengembangan Kepemimpinan, kegiatan pemberdayaan di masyarakat diharapkan juga bisa mendorong para mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) dengan hati.

“Hal ini sangat diperlukan mengingat seorang pemimpin dituntut untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bisa memimpin dengan hati Nurani.
Selain itu, dengan mengimplementasikan materi kuliah melalui kegiatan pemberdayaan, para mahasiswa bisa memberikan manfaat yang lebih riil bagi masyarakat,” ujarnya.

“Dengan demikian, pelatihan yang diberikan bisa memberi kontribusi untuk mendorong sektor perekonomian yang berkelanjutan.” Sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Pengelola CPUGGp Yudi Panca Yoga mengucapkan terima kasih kepada PPM dan para mahasiswa yang terlibat dalam proses pemberdayaan tersebut. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya lebah madu merupakan terobosan yang baik dan menjadi salah satu bentuk kolaborasi mengembangkan potensi ekonomi di wilayah CPUGGp.

”Saya yakin dengan kualitas kampus PPM dan para mahasiswanya sehingga bisa menawarkan solusi ekonomi berupa budidaya lebah madu untuk masyarakat di wilayah CPUGGp. Sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat sangat penting karena optimalisasi ekosistem geopark harus sejalan dengan upaya mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Yudi.

Salah seorang peserta, Andi juga mengucapkan terima kasih atas pelatihan dan bantuan yang diberikan oleh kampus PPM dan mahasiswa kepada masyarakat di Kecamatan Ciemas. Menurut Andi, budidaya lebah madu bisa menjadi kegiatan ekonomi baru dan berkesinambungan di wilayah Geopark Ciletuh.

”Kami baru tahu ternyata selain bisa kami olah, komoditas mangga yang ada di wilayah kami juga sangat cocok untuk budidaya lebah madu. Bahkan, selain sumber pakan lebah dari bunga mangga, di wilayah kami juga tersedia beberapa jenis pakan yang cocok. Kami berharap, ini menjadi awal yang baik bagi kami,” tutupnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Siswi Kelas 4 SDIT At-Takwin Khatam Al-Qur’an 30 Juz, Mecca Queen Anindigtyas Tuai Apresiasi
Heboh Narasi Sekdis Tak Mau Bekerja Sama dengan Kadisdik Muncul, Herdi Angkat Bicara
Kris Dwi Purnomo, Guru yang Tak Lelah Perjuangkan Hak Tenaga Honorer Sukabumi
September Ceria, SMPN 1 Sukaraja Bertabur Juara: Siswa hingga Guru Ukir Prestasi Nasional
Diskusi Pengawas KCD V Sukabumi Soroti Penguatan Wawasan Kebangsaan Gen Z
Rambut Rapi, Karakter Terbentuk, Cara SMKS Jamiyatul Aulad Palabuhanratu Tekankan Disiplin
Siswi SMK di Sukabumi Diduga Diperlakukan Tak Pantas saat PKL

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Selasa, 29 September 2026 - 23:28 WIB

Siswi Kelas 4 SDIT At-Takwin Khatam Al-Qur’an 30 Juz, Mecca Queen Anindigtyas Tuai Apresiasi

Senin, 28 September 2026 - 10:42 WIB

Heboh Narasi Sekdis Tak Mau Bekerja Sama dengan Kadisdik Muncul, Herdi Angkat Bicara

Minggu, 27 September 2026 - 06:57 WIB

Kris Dwi Purnomo, Guru yang Tak Lelah Perjuangkan Hak Tenaga Honorer Sukabumi

Jumat, 25 September 2026 - 18:33 WIB

September Ceria, SMPN 1 Sukaraja Bertabur Juara: Siswa hingga Guru Ukir Prestasi Nasional

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB