Kabid ESDM: Potensi Energi Panas Bumi Miliki Daya Dobrak bagi Sektor Pariwisata dan Pertanian

Jumat, 21 Januari 2022 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Potensi energi panas bumi, dapat membuka ruang bagi pengembangan sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Sukabumi. Dengan energi panas bumi yang dimiliki saat ini, diharapkan mampu mendorong pemerintah dan pihak swasta untuk memaksimalkan potensi tersebut menjadi sektor produktif di masa depan.

Demikian disampaikan Kabid ESDM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Fajar Muhamad Akbar, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (21/1/22).

“Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014,.tentang Pemerintah Daerah, pertambangan secara umum merupakan kewenangan provinsi dan pusat. Dalam nomenklatur yang baru, kewenangan kita itu hanya dalam koridor pemanfaatan panas bumi secara langsung. Nantinya bisa digunakan untu pengembangan sektor pariwisata di Cisolok dan pertanian,” kata Fajar.

Ke depan kata suami dari Ira Rahmawati itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pemanfaatan panas bumi ujarnya, selain untuk pengembangan bidang pariwisata juga bisa dimanfaatkan untuk dryer atau pengeringan hasil pertanian atau sejenisnya.

Di Kabupaten Sukabumi kata mantan Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) 2011-2021, energi panas bumi di Kabupaten Sukabumi tersebar di enam titik wilayah yakni di Cisolok, Kabandungan, Cibadak, Nyalindung, Cidadap dan Simpenan. Bahkan tahun lalu telah dilakukan kajian di Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.

“Tahun 2021, pendahulu saya sudah mengkaji di Wilayah Kecamatan Simpenan. Di tahun Ini juga akan dilanjutkan karena paralel di daerah itu akan melakukan geo listrik. Jadi kita ingin tahu, ada panas bumi atau tidak. Panas bumi,.suhunya berada dikisaran 40 derajat celcius. Baru setelah itu ditentukan titik-titik mana saja yang mengandung energi sumber panas bumi,” jelasnya.

“Geo listrik sekarang sudah kita dapat dan tinggal menentukan titik-titiknya saja. Karena 2023, semuanya harus segera diusulkan ke Bappeda dan baru hasilnya diketahui sekitar 2024, berdasarkan hasil informasi dari geo listrik,” tambahnya.

Munculnya potensi kata dia, karena ada kajian. Kajian itu, yang pertama melihat potensinya, kedua adanya geo listrik dan ketiga dilakukan pengeboran atau eksplorasi agar nantinya bisa mengetahui debit airnya seperti apa. Setelah pengeboran dilakukan, baru menginjak ke tahap berikutnya yaitu visibilitas atau kelayakan.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Hundred Hoo Haa Cup 2026: Ajang Bulutangkis Internasional Siap Digelar, Hadiah Capai Rp2,5 Miliar
Pemkab Sukabumi Susun RKPD 2027 Berbasis Usulan Desa dan Kecamatan
Rakorwasda 2025, Wabup Tekankan Pengawasan Internal sebagai Instrumen Penting Pemerintahan
DKP Kabupaten Sukabumi Gencarkan Sosialisasi Pola Makan B2SA
Polisi Olah TKP di Cisaat, Korban Tewas Tertabrak KA Diduga Sengaja Rebahkan Diri
Duel 4 Pelajar SMP di Surade, Pihak Sekolah Beri Klarifikasi 
Ngaku-ngaku Petugas PKH, Pria Tukang Tipu Ditangkap Polisi di Kalapanunggal Sukabumi
Susul Dua Anak Buahnya, Kadis LH Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:24 WIB

Hundred Hoo Haa Cup 2026: Ajang Bulutangkis Internasional Siap Digelar, Hadiah Capai Rp2,5 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Sukabumi Susun RKPD 2027 Berbasis Usulan Desa dan Kecamatan

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:56 WIB

Rakorwasda 2025, Wabup Tekankan Pengawasan Internal sebagai Instrumen Penting Pemerintahan

Senin, 10 November 2025 - 18:29 WIB

DKP Kabupaten Sukabumi Gencarkan Sosialisasi Pola Makan B2SA

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:19 WIB

Polisi Olah TKP di Cisaat, Korban Tewas Tertabrak KA Diduga Sengaja Rebahkan Diri

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777