JURNALSUKABUM.COM – Pernyataan anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang meminta Kajati memakai bahasa Sunda dicopot menuai kecaman.
Tak hanya datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga budayawan saja kecaman itu datang dari Daya Mahasiswa Sunda Cabang (DAMAS) Sukabumi.
Ketua Damas Sukabumi, Indra Lesmana Sidik, mengatakan pernyataan tersebut menjadi suatu bukti bahwa yang anggota DPR RI itu tidak pantas menduduki bangku wakil rakyat.
“Mau itu ungkapan ganti orangnya ataupun ganti bahasa dengan bahasa Indonesia, tetap ungkapan Arteria Dahlan menjadi kesalahan yang besar. Pasalnya bahasa Sunda merupakan bagian dari integral budaya yang di akui eksistensinya di Indonesia,” kata Indra.
Lanjut dia, ungkapan tersebut sangat menyakiti hati etnis Sunda. Untuk itu dia meminta agar menggantikan Arteria Dahlan. Pasalnya dikhawatirkan dapat pemicu pecahnya antar etnis bangsa ini.
Apalagi kata dia mengingat anggota DPR RI ini berasal dari Fraksi Partai yang berlandaskan idelogi kebangsaan yang seharusnya menghargai betul dari keberagaman negeri ini.
“Dia harusnya sadar sedang tingggal dimana dan menjadi warga negara mana? Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam agama, etnis, suku dan budaya. Sampai disi cukup kiranya untak menjadi dasar menggangikan posisinya oleh orang yang lebih menghargai akan beragaman,” ujarnya.
Apabila tidak ada tindakan yang nyata dari pihak partai, dia meminta dewan kehormatan untuk melakukan pemecataan. Hal tersebut ditakutkan hal tersebir akan memicu awal perpecahan etnis bangsa ini.
“Yang paling pasti akan semakin membesar serta meluasnya desakan dari masyarakat terutama dari masyarakat sunda itu sendiri. Sebelum terjadinya mobilisasi masa dan pergerakan yang lebih besar harus secepatnya kejadian ini diatasi denga menimbulkan efek jera pada yang bersangkuatan,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












