Minta Jaksa Agung Copot Kajati Gegara Bahasa Sunda, LGP Jabar Desak Arteria Minta Maaf

Selasa, 18 Januari 2022 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Media mainstream dan jagat media sosial tengah diramaikan oleh statment salah satu politisi PDI Perjuangan ketika melakukan rapat kordinasi dengan Kejaksaan Agung.  Arteria Dahlan, meminta kepada Jaksa Agung untuk memberhentikan salah satu pimpinan petinggi adhyaksa diberhentikan karena menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat.

Hal tersebut mengundang reaksi dari berbagai unsur masyarakat Sunda, salah satunya LGP Jawa Barat atau Laskar Ganjar Puan Jawa Barat. LGP Jabar mendesak Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda atas pernyataan.

Ketua Laskar Ganjar Puan Jawa Barat, sekaligus Ketua Kasepuhan Padepokan Trisakti, Drajat Hidayat Soetardja, menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan Arteria Dahlan tidak mencerminkan sosok negarawan yang baik.

Pernyataannya mencederai semangat persatuan indonesia yang telah lama didengungkan oleh para pendiri bangsa. Bahkan terkesan rasis bagi Masyarakat Sunda.

“Kami meminta kepada Arteria untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda secara terbuka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak menjadi dinamika politik yang berkepanjangan,” tuturnya dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Selasa (18/1/2022).

Drajat menegaskan, Tanah sunda merupakan tanah yang penuh dengan pijakan sejarah. Bung Karno di masa mudanya menghabiskan waktu dan belajar di tanah Sunda. Bahkan beliau terilhami mendeklarasikan ideologi perjuangan politik, terinspirasi dari masyarakat Sunda yakni Kang Aen yang akhirnya melahirkan ideologi Marhenisme.

“Tidak hanya itu, pembentukan PNI saja pertama di tanah sunda yakni Bandung, sehingga ini pijakan sejarah yang harus diketahui Arteria Dahlan sebagai politisi yang berangkat dari partai yang berhaluan ajaran Bung Karno,” paparnya.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru