Akses Warga Terkurung Tembok Beton PT Pertamina, Mahasiswa Datangi Setda Kab Sukabumi

Selasa, 18 Januari 2022 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMAPI) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mendatangi kantor Sekretariat Daerah (Setda) untuk menanyakan nasib warga yang terkurung tembok yang dibangun oleh perusahaan PT Pertamina Persero.

Tembok setinggi kurang lebih dua meter itu menutup seluruh akses jalan yang biasa warga sekitar pergunakan. Bahkan masyarakat terpaksa membuat sebuah tangga dari kayu agar dapat melintas menuju jalan raya.

“Ini audensi dalam rangka permasalahan sengketa tanah yang berada di Kampung Rawakalong dan Kampung Cemara,” kata Inawan Nasrul Adsidkiah wakil ketua himpunan mahasiswa perikanan UMMI, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (18/1/2022).

Kedatangannya itu lanjut dia, membawa beberapa tuntunan. Hal itu agar permasalahan tersebut dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat yang tertutup tembok.

“Ada beberapa tuntunan salah satunya pembebasan bangunan atau ganti untung bangunan, yang kedua akses jalan yang di benteng di buka kembali dan relokasi pengelolaan ikan asin,” jelasnya.

Menurut ia, audensi itu mendapat tanggapan baik dari pemerintah daerah beserta pihak PT Pertamina Persero. “Dari pihak PT untuk pembukaan akses jalan satu minggu dari sekrang, untuk relokasi itu pemda akan memfasilitasi, namun untuk biaya ganti bangunan masih pertimbangan PT Pertamina,” ucapnya.

Sementara itu, Vicky Asisten Manajer Aset Recovery PT Pertamina menyebut penutupan akses jalan masyarakat itu merupakan pengamanan aset PT Pertamina. “Alasannya adalah program pengamanan aset karena kaitannya ada batas yang harus di amankan sehingga secara keseluruhan untuk pemulihan aset kita memang harus melakukan pemagaran adapun klo misalnya ada ekses di lapangan itu kemudian bisa kita negosiasikan untuk solusi terbaik,” tambah Vicky.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru