JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMAPI) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mendatangi kantor Sekretariat Daerah (Setda) untuk menanyakan nasib warga yang terkurung tembok yang dibangun oleh perusahaan PT Pertamina Persero.
Tembok setinggi kurang lebih dua meter itu menutup seluruh akses jalan yang biasa warga sekitar pergunakan. Bahkan masyarakat terpaksa membuat sebuah tangga dari kayu agar dapat melintas menuju jalan raya.
“Ini audensi dalam rangka permasalahan sengketa tanah yang berada di Kampung Rawakalong dan Kampung Cemara,” kata Inawan Nasrul Adsidkiah wakil ketua himpunan mahasiswa perikanan UMMI, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (18/1/2022).
Kedatangannya itu lanjut dia, membawa beberapa tuntunan. Hal itu agar permasalahan tersebut dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat yang tertutup tembok.
“Ada beberapa tuntunan salah satunya pembebasan bangunan atau ganti untung bangunan, yang kedua akses jalan yang di benteng di buka kembali dan relokasi pengelolaan ikan asin,” jelasnya.
Menurut ia, audensi itu mendapat tanggapan baik dari pemerintah daerah beserta pihak PT Pertamina Persero. “Dari pihak PT untuk pembukaan akses jalan satu minggu dari sekrang, untuk relokasi itu pemda akan memfasilitasi, namun untuk biaya ganti bangunan masih pertimbangan PT Pertamina,” ucapnya.
Sementara itu, Vicky Asisten Manajer Aset Recovery PT Pertamina menyebut penutupan akses jalan masyarakat itu merupakan pengamanan aset PT Pertamina. “Alasannya adalah program pengamanan aset karena kaitannya ada batas yang harus di amankan sehingga secara keseluruhan untuk pemulihan aset kita memang harus melakukan pemagaran adapun klo misalnya ada ekses di lapangan itu kemudian bisa kita negosiasikan untuk solusi terbaik,” tambah Vicky.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












