Berantas Mafia Tanah, Lemkapi Penghargaan kepada Polres Sukabumi

Senin, 13 Desember 2021 - 11:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polres Sukabumi mendapat apresiasi dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) terkait pengungkapan mafia tanah.

Apresiasi tersebut merupakan penghargaan atas terungkapnya sebidang tanah di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi oleh sekelompok mafia tanah dengan nominal milyaran rupiah.

“Saya datang ke sini untuk menyampaikan apresiasi, menyampaikan terimakasih kepada bapa kapolres dan seluruh jajaran yang selama ini kami tahu betul bagaimana kinerja polres sukabumi hampir sebulan lebih kami melakukan pemantauan penilaian kinerja termasuk dalam hal vaksinasi nasional,” kata Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lemkapi kepada jurnalsukabumi.com, Senin (13/12/2021).

Tindakan cepat polisi menangani mafia tanah merupakan wujud komitmen Polres dalam menindaklanjuti perintah Kapolri dalam memberantas berbagai bentuk mafia tanah yang sangat meresahkan masyarakat

“Mengungkap mafia tanah adalah perintah bapa presiden bapa kapolri dalam hal melindungi harta benda masyarakat, capaian itu tebtunya banyak di apresiasi masyarakat dan kami harapkan polres polres lainnya bergerak untuk melakukan tindakan serupa khususnya pemberantasan mafia,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Dedi Darmawansyah akan terus berkomitmen memberantas mafia tanah di wilayahnya. Dirinya pun membuka ruang bagi masyarakat bila menemukan hal hal dirasa merugikan khususnya terkait tanah.

“Kami dari Polres sukabumi bersama Satreskrim akan melakukan penyelidikan terhadap kasus mafia tanah apabila ada Kabupaten Sukabumi yang merasa dirugikan atau di dzolimi tentang masalah tanah dapat berkonsultasi kepada saya sebagai kapolres maupun langsung ke satreskrim dengan menujukan bukti bukti kepemilikan tanah tersebut,” terangnya.

Selain pengungkapan yang sudah di lakukan kata kapolres, penyelidikan terkait kasus tanah terus di lakukan bahkan masih ada laporan laporan masyarakat yang masih dikaji.

“Masih ada laporan masyarakat masih kota kaji apakan nanti masuk unsur pidananya apabila masuk nanti akan kita naikin sidik baru nanti kita ekspose,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak
Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Sengketa Lahan Eks HGU PT AJA, Tokoh Palabuhanratu Penuhi Undangan Klarifikasi Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak

Berita Terbaru