JURNALSUKABUMI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi berancang-ancang menghadapi pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2024. Di akhir tahun ini, lembaga penyelenggara pemilu ini menggelar sosialisasi kepemiluan dengan melibatkan seluruh stakeholder di Hotel Augusta, Cikukulu, Sukabumi, Selasa (17/12/2021).
Acara bertema “Sosialisasi Kepemiluan dan Konsolidasi Kelembagaan Menjelang Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024” ini menghadirkan pemateri I dari Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawina.

Selain itu, sosialisasi dengan moderator Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Merry Sariningsih juga menghadirkan pemateri II yakni Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqy Alimubarok.

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman menyebutkan sosialisasi kali ini melibatkan semua stakeholder, mulai unsur pemerintah, partai politik, ormas/OKP, dan sejumlah media mainstream. Tujuannya, untuk konsolidasi menghadapi kegiatan di tahun 2024.
“Di dalam UU Nomor 7 tahun 2017 belum menentukan bulan, ya, baru jelas tahun 2024, itu tentang pemilu. Sedangkan di UU Nomor 10/2016 itu jelas disebutkan tentang Pilkada serentak. Jadi yang berkewenangan untuk menentukan waktunya tentu KPU setelah berkonsultasi dengan DPR dan pemerintah,” kata Ketua KPU Ferry di sela sosialisasi kepada jurnalsukabumi.com.

Ferry menjelaskan, tahapan pemilu dan pilkada serentak sudah dimulai pada Januari 2022 untuk pemilu dengan asumsi digelar Februari 2024. Sementara untuk tahapan Pilkada dimulai pada 2023.
“Ini menjadi pemantik bagi semua kalangan masyarakat. Kami berharap unsur yang hadir dapat kembali menyosialisasikan kembali dan bahwa KPU Kabupaten Sukabumi siap melaksanakan pemilu dan pilkada serentak,” ungkapnya.
Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawina menambahkan dalam sosialisasi ini menekankan teknis penyelenggaraan, terkait regulasi, hingga tata cara. Seperti pendataan dan verifikasi parpol, salah satunya.
“Sosialisasi semacam ini, memang di Sukabumi ini baru kali pertama untuk menghadapi pemilu dan pilkada serentak 2024. Ini bagus agar semuanya, terutama penyelanggara benar-benar siap,” tegasnya.
Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqy Alimubarok menegaskan tahapan pemilu akan dimulai tahun depan. Maka kejadian 2019, ketika musibah banyak terjadi di penyelenggara akibat beban kerja yang cukup tinggi jangan sampai terulang. “Termasuk pengelolaan logisitik yang belum optimal, kita upayakan tidak terjadi lagi,” paparnya.
Menurutnya, dari 27 kota dan kabupaten di Jabar hampir semuanya sudah melakukan sosialisasi dan konsolidasi menghadapi tahun politik 2024. “Untuk Sukabumi yang menjadi sorotan adalah partisipasi pemilih. Strateginya yakni melakukan pendidikan pemilih secara berkelanjutan. Jadi tidak hanya dilakukan pada masa tahapan, sehingga semua sudah tahu akan ada pemilu dan pilkada serentak,” tandasnya.
Redaktur: Mohammad Noor












