JURNALSUKABUMI.COM – Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI) RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran TBC Paru lewat saluran media sosial. Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini, Indonesia telah memasuki fase darurat penyebaran TBC Paru.
“Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua pengidap TBC tertinggi di dunia di bawah India dan di atas Tiongkok. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian kita semua,” kata anggota Komite PPI di RSUD Jampangkulon, Sumardi, belum lama ini yang dikutip dalam sebuah acara talkshow kesehatan.
Komite PPI, kata dia, adalah suatu wadah non struktural yang fungsi utamanya melakukan pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan rumah sakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tahun 2020, jumlah penderita TBC Paru 485 ribu orang dengan angka kematian sebanyak 98 ribu kasus atau 11,3 orang per jam.
“Data dari Kemenkes mencatat, Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi dalam kasus TBC Paru yakni sebanyak 120 ribu kasus atau dua kali lipat dari jumlah pengidap TBC Paru di Jawa Tengah,” jelasnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pengidap TBC Paru, ujarnya, yakni kepadatan penduduk, perilaku hidup manusia dalam hal menjaga kebersihan dan lingkungan yang kumuh lembab dan kurang sinar matahari serta tingkat pengetahuan yang rendah.
Penyebaran dan cara penularan TBC Paru, jelasnya, bisa melalui udara, lewat batuk, bernyanyi dan saat berkomunikasi dengan lawan berbicara yang mengidap penyakit tersebut. Untuk mencegahnya lanjut dia, dianjurkan menggunakan masker, mencuci tangan usai beraktifitas dan kalau batuk menutup mulut dengan lengan bagian dalam.
Redaktur: Usep Mulyana












