JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri menyambut baik hadirnya sistem informasi manajemen dan pelayanan (Simpel) di setiap desa. Hal tersebut, disampaikan wabup saat menerima kunjungan General Manager (GM) dan jajaran Telkom Indonesia di ruang rapat BKPSDM, Rabu (10/11/21).
Wabup juga mengapresiasi adanya aplikasi simpel sebagai ikhtiar mewujudkan desa digital. Walaupun infrastruktur harus dibenahi dan dipersiapkan terlebih dahulu.
“Sehingga ketika akses dan infrastrukturnya sudah baik, simpel desa ini bisa diimplementasikan di desa-desa yang lain. Oleh karena itu, pemerintah menyambut baik dengan adanya layanan berbasis digital ini” kata wabup.
Lebih lanjut Iyos mengatakan, keberadaan sistem pelayanan digital tersebut juga harus dilengkapi dengan menggunakannya Barcode dalam aplikasi simpel desa ini.
“Karenanya masalah barcode harus menjadi perhatian Kominfo. Ke depan diharapkan, desa-desa yang lain bisa mengikuti jejak dari 6 desa yang sudah memulai dengan simpel desa ini. Tentu saja untuk mempermudah layanan administrasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kunjungan itu, pihak Telkom menjelaskan bahwa Layanan SVN simpel desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan layanan ini sudah di integrasikan secara digital berbasis mobile.
“Tujuannya memberikan solusi kemudahan pelayanan administrasi desa berbasis Web, serta kemudahan interaksi antara pemerintahan desa dengan RT/RW akan lebih mudah terkait pengurusan administrasi, selain itu akan mendorong peningkatan UMKM” jelasnya.
Simpel desa merupakan sistem informasi manajemen dan pelayanan desa yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat mengetahui informasi terbaru, serta memiliki kelebihan, antara lain:
1. Mampu membuat proses administrasi dan pelayan ke dalam bentuk digital.
2. Mempermudah proses administrasi dari masyarakat dan mempermudah proses pendataannya.
3. Informasi yang disampaikan melalui simpel desa transparan atau dapat diketahui oleh masyarakat.
4. Mampu mengembangkan usaha mikro dan makro masyarakat berbasis e-business.
5. Mampu menambahkan penambahan desa atau PADes.
Redaktur: Usep Mulyana












