JURNALSUKABUMI.COM – Founder Villa Yustik, Atik Suardy Bin Djadja Wiriasumita, terus mengkampayekan Senam Tera Indonesia (STI) di Sukabumi. STI atau dalam istilah lain sering disebut Sehat Tentram Indah pertama diperkenalkan tahun 1985. Senam tersebut merupakan jenis senam pernapasan yang baik bagi kesehatan tubuh khususnya paru-paru.
Ini alasan Atik terus mengajak publik Sukabumi, mendalami dan menjadi members STI. Lokasi Grand Villa Yustik berada di Jalan Raya Pondok Halimun km.7, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
“Rupanya dengan melakukan senam pernapasan, banyak sekali oksigen yang diambil darah diparu paru yang dialirkan ke otak dan ke seluruh badan kita untuk membangkitkan energi. Tanpa aliran oksigen sebagai bahan bakar, nutrisi yang kita konsumsi dibakar dengan oksigen menjadi energi,” kata Atik kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (12/10/21).
Tanpa keberadaan oksigen kata dia, tubuh manusia tidak bisa bergerak. Kekurangan oksigen ke otak bisa mengakibatkan timbulnya rasa kantuk. Bahkan kalau tidak ada oksigen tak ada energi yang terbentuk, lalu mati. Dengan diadakan Senam Tera setiap pagi biaya anggaran untuk kesehatan turun drastis. .Aslinya6 STI berasal dari Senam Taichi.
Lanjut dia, bahkan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjadikan Senam Tera Indonesia (STI) sebagai menu wajib sebelum menjalankan aktivitas. Sehingga para peserta kursus Lemhanas tampak sehat dan bugar serta tidak terserang rasa kantuk saat sedang kuliah.
Pada masa Abdul Gafur, menjabat Manpora sering terdengar slogan mengolahragakan masyarakat dan memasarakatkan olah raga. Ide dan gagasan Menpora saat itu, mendapat respon dari Presiden Suharto. Waktu itu diaplikasikan oleh Lemhanas yaitu senam Taichi yang masih menggunakan iringan lagu Mandarin.
Presiden Suharto kala itu, setuju dilanjutkan hanya pengiring lagunya harus dirubah dengan lagu nasional. Kemudian disempurnakan lagi dan dipelajari mengenai gerakannya. Maka hasil evaluasi Kementrian Olahraga disusun pelaksanaannya menjadi tiga tahapan. STI diawali dengan gerak peregangan dilanjutkan dengan gerak persendian dan diakhiri dengan olah napas atau pernapasan.
Menurut para ahli, kemampuan paru-paru dengan menarik napas panjang bisa menghimpun oksigen sebesar 1500 CC oksigen per menit. Sedangkan kebutuhan harian untuk hidup sehat cukup 500 CC per menit oksigen, jadi bisa ada cadangan 1000 CC per menit O2 bisa menjadi tenaga dalam bila diperlukan.Sebaliknya bila napas biasa yang pendek bernapas apa lagi yang tergesa- gesa O2 yang diambil paru paru hanya 350 CC O2.
Belum lama ini, digelar pertemuan Ketum STI dan 6 calon Ketua STI yang terdiri dari utusan Provinsi DI Aceh, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Lampung yang semuanya adalah para legislator Pertamuan itu juga turut dihadiri Ketua STI sekaligus Legislator DKI Jakarta Fahira Idris.
Setalah menyebar ke luar Jakarta, maka dibentuk DPP yang dijabat oleh mantan Gubeenur DKI Jenderal (Pur) Suprapto. Beliau meninggal ketua DPP STI diganti oleh Mayjen (Pur) Naryadi dari Lemhanas.
Saat ini, Ketua Umum STI dijabat oleh Letjen (Marinir) Nono Sumpono. Dia pernah menjadi pendiri ranting pertama, pengurus cabang, DPW DKI dan duduk sebagai Wakil Ketua DPP. Akhirnya Nono
menjadi Penasehat. Karena sesuai anggaran dasar STI kepengurusan aktip hanya boleh dua kali menjabat.
Redaktur: Usep Mulyana












