JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (Hakli) Kabupaten Sukabumi mendukung pencanangan Kampung Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) di Kampung Cidadap, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu. Kampung tersebut juga merupakan lokasi Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tahun 2021.
Ketua Hakli Kabupaten Sukabumi, Ujang Soleh Suryaman, mengatakan Pemkab Sukabumi akan mencanangkan kampung tersebut sebagai Kampung STBM. Nantinya kampung tersebut akan menerapkan sejumlah hal, diantaranya stop buang besar sembarangan, mencuci tangan, pengelolaan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah.
“Hakli juga sudah bergerak sebelumnya melalui lelang kebaikan sesuai arahan Ketua Forum Silaturahim Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS), Ibu Yani Jatnika Marwan untuk melakukan pembangunan septi tank communal sebanyak 23 unit,” kata Ujang kepada Jurnalsukabumi.com di Kantor Sekretariat Hakli, belum lama ini.
Selain itu, lanjut dia, Hakli sudah meninjau lokasi untuk melanjutkan pada pelaksanaan pilar-pilar yang lain tentang pengelolaan makanan. Pihaknya merencanakan untuk melatih ibu-ibu di sana terkait cara pengelolaan makanan yang baik dan benar sesuai standar kesehatan.
“Terkait dengan pengelolaan sampah, kita akan latih pemuda dan masyarakat untuk pengelolaan sampah sesuai syarat kesehatan dan dari segi ekonomi juga ada pelatihan bagaimana sampah bisa jadi sumber penghasilan buat masyarakat dengan daur ulang,” ucapnya.
Masih kata dia, rencananya Pencanangan Kampung STBM di lokasi P2WKSS akan diresmikan oleh Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri pada tanggal 09 Oktober 2021 mendatang.
“Kami berharap semua masyarakat Kampung Cidadap, Desa Girijaya dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kampung STBM,” tutupnya.
Sementara itu Seksi Advokasi Hakli Kabupaten Sukabumi, Yuni Sri Heryanti, menambahkan saat pelaksanaan penilaian STBM award tahun 2021, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri sudah menyatakan kepada tim penilai bahwa di lokasi P2WKSS akan juga akan dijadikan Kampung STBM.
“Untuk mewujudkan Kampung STBM tidak bisa kalau hanya dikerjakan secara parsial atau oleh sebagian pihak saja, jadi Hakli berusaha membantu Dinas Kesehatan jadi atas seijin Kepala Dinas Kesehatan yang juga Pembina Organisasi Profesi Kesehatan, Hakli bergerak untuk mewujudkan kampung STBM,” katanya.
“STBM itu kan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan berbasis masyarakat. Kenapa pak wabup mencanangkan di sana juga jadi Kampung STBM karena perubahan itu secara total oleh masyarakat, sehingga mata rantai penularan penyakit bisa diputus salah satunya dengan membentuk Kampung STBM,”tandasnya Yuni.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












