Waduh, Omzet Pengusaha Ikan Mas Ini Merosot Hingga 70%

Jumat, 1 Oktober 2021 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sumawijaya (42) pelaku usaha jual beli ikan mas warga Kampung Cingenca RT. 06/016, Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, mengaku jika omzet saat ini mengalami penururnan yang signifikan.

Owner dari Jaya Mas ini menyebut penurunan omzet tersebut dirasakan saat pandemi Covid-19. Bahkan, jika dipersentasekan diperkirakan merosot hingga 70%.

“Turun drastis. Jika biasanya sebelum pandemi kita bisa mengeluarkan rata-rata 12 ton perbulan. Kini, paling bagus hanya 4,5 ton saja dalam sebulannya,” ujar Sumawijaya kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (01/10/2021).

Pengusaha ikan yang sudah terjun sejak tahun 2009 silam ini menjelaskan, penurunan omzet dikarenakan harga bahan pangan termasuk ikan mas cenderung tidak stabil dan terus merangkak naik. Sementara bagi pelanggan alias pemborong yang biasa ia kirim tak sedikit yang memutuskan untuk berhenti.

“Ya, banyak langganan saya yang memutuskan berhenti sementara juga dampak dari sulitnya ekonomi di pandemi Covid-19. Belum lagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharuskan beraktivitas di rumah saja,” terangnya.

Alumnus 2009 S1 STAI Sukabumi Prodi PAI ini berharap, pandemi Covid-19 segera usai di tanah tercinta Kabupaten Sukabumi ini khususnya, umumnya di Indonesia.

“Saya yakin, berbagai upaya pemerintah telah dilakukan dalam menangani situasi pandemi Covid 19 saat ini, termasuk mendongkrak proses pemulihan ekonomi di Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Terakhir kata dia, semog harga lauk pauk yang saat ini cenderung terus naik agar pemerintah dapat segera menemukan solusi untuk menstabilkan harga kembali seperti biasanya.

“Saat ini, memang sudah dirasakan mulai berangsur membaik. Tentu ini adalah salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mendongkrak dan memulihkan kembali perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: PPL | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru